LAPORAN
OBSERVASI
DI LABORATORIUM GEOSPASIAL
PESISIR
PARANGTRITIS
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS 1
yang
dibina oleh Dhiniaty Gularso, S.Si,. M.Pd.

Oleh
Nama Lutfi Cahyadi
NPM 12144600146
Kelas A4-12
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
_________________________________________________________________
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga
Laporan tugas mata kuliah Pendidikan IPS 1 ini dapat terselesaikan. Laporan ini
disusun berdasarkan pengumpulan dari berbagai sumber, dan untuk memehuni tugas mata
kuliah pendidikan IPS 1.
Dengan ini Saya ucapkan terimakasih
kepada Ibu Dhiniaty Gularso S.Si., M.Pd selaku
dosen pembimbing mata kuliah Pendidikan IPS 1. Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak-pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian Laporan
ini.
Semoga Laporan yang Saya buat
dapat bermanfaat bagi Saya pribadi maupun pihak yang membaca.
Saya
menyadari bahwa Laporan ini jauh dari sempurna, masih banyak kelemahan dan
kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
meningkatkan kualitas dan menyempurnakan Laporan ini, Saya terima dengan
terbuka.
Yogyakarta,
Desember 2013
Lutfi
Cahyadi
________________________________________________________________________________
LABORATORIUM
GEOSPASIAL PESISIR PARANGTRITIS
Laboratorium
Geospasial Pesisir Parangtritis merupakan wujud kerjasama antara
Badan Informasi Geospasial, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dan
Pemerintah Kabupaten Bantul. Berlokasi di tengah bentang alam gumuk pasir
pesisir Parangtritis Yogyakarta, Laboratorium Geospasial menjadi ikon baru
wisata pendidikan berbasis kebumian. Sebagai satu-satunya laboratorium
geospasial pesisir di Indonesia, akan menjadi peluang sekaligus tantangan untuk
menjadikan laboratorium ini bermanfaat dalam menyumbangkan berbagai hasil
kajian riset geospasial pesisir dan laut. Laboratorium geospasial ini di dikepalai
oleh Ari Dartoyo.
Tujuan Dibuatnya
Laboratorium
a. Melaksanakan riset kolaboratif sumberdaya
b. Pesisir dan Laut untuk pengembangan IPTEK,
c. Berbasis informasi geospasial,
Proses Pembuatan
Laboratorium ini bertahap, sesuai dengan penjelasan di bawah ini
1. Berawal
dari adanya Ide/Rencana pada Tahun 2001
2. Mulai
Dibangun Tahun 2002
3. Terjadi
gempa Bumi Tahun 2006
4. Hingga
saat ini Tahun 2013 masih ada
Pengelolaan Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis (Nota
Kesepahaman Bersama) dikelola oleh tiga badan, yaitu:
a. Fakultas Geografi UGM
b. PemKab
Bantul
c. Badan
Informasi Geospasial
Alasan Kenapa
Gumuk Pasir Ada di Parangtritis, diantaranya:
1. Karena Proses Alam yang unik, komplek dan
langka
2. Karena Posisi pantai terbuka terhadap laut lepas
dengan tiupan angin kencang setiap waktu
3. Karena ada sumber materi pasir yang berlebihan dari
daerah hulunya berupa pasir vulkanik terbawa oleh sistem sungai ke Muara
4. Karena Pengaruh “site” Geografi wilayah
yakni wilayah pesisir & ada bukit
kapur (Karst) dengan
lereng curam/terjal
Proses Terbentuknya Sand Dunes
(Gumuk Pasir) di Parangtritis, Yogyakarta
Secara logika, tidak mungkin ada sand dunes di pantai selatan Yogyakarta, yakni
di daerah tropik, karena butiran pasir terbentuk karena suhu yang sangat dingin
dan panas yang berlangsung silih berganti secara terus menerus, dan di
Indonesia memilliki iklim tropis yang memiliki perbedaan suhu yang tidak
terlalu ekstrem. Tetapi dilogika dengan ilmu geologi, tentu saja hal tersebut
bisa terjadi.
Di Indonesia, Yogyakarta khusunya, memiliki gunung yang masih aktif, yakni
Gunung Merapi. Gunung Merapi secara berkala mengeluarkan materialnya dari perut
bumi. Dan material ini terbawa oleh arus sungai, yang mana sungai sungai ini
bermuara di sungai Progo. Material material ini dari gunung masih
berukuran besar. Tapi karena terbentur atau karena arus sungai ataupun sesuatu
yang lain, maka material ini terpecah pecah dan hancur menjadi pasir. Di muara,
material ini seharusnya menumpuk menjadi delta, tetapi karena ombak laut yang
sangat besar di laut selatan, maka pasir pasir tersebut terangkat ke pantai. Dan
sesampainya di pantai, lalu pasir itu terdorong ke daratan karena angin laut, inilah
proses terbentuknya sand dunes di pantai Parangtritis.
Poto Sand
Dunes di Pantai Parangtritis

Pembentukan Sand Dunes (Gumuk Pasir)
Syarat pembentukan gumuk pasir :
a. Pantai landai
b. Tersedia pasir sebagai pemasok material
c. Gelombang mampu menghempaskan pasir ke darat
d. Arus sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan
surut cukup besar
e. Ada pembedaan tegas antar musim kemarau dengan
musim hujan
Berikut proses terbentuknya Gumuk Pasir Parangtritis :
1.
Proses terbentuknya gumuk pasir di
parangtritis berawal dari Gunung Merapi yang bererupsi atau mengeluarkan
material vulkanik. Material tersebut berupa awan panas beserta debu, pasir,
lahar panas, lahar dingin, dan batu- batuan mengalir ke sungai- sungai yang
berhulu di merapi, seperti sungai bedog, boyong, opak, gendol, dll. Sungai-
sungai yag membawa material vulkanik berkumpul membentuk suatu daerah aliran
sungai dan menuju ke muara Opak.
(Gunung Merapi > Material
vulkanik Gunung Merapi > Material vulkanik terbawa aliran sungai > Sungai
opak)
2.
Sampai di muara, material sungai
tersebut dihantam ombak laut selatan yang menggerus pasir menjadi butiran pasir
halus. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus
berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangakan oleh angin dengan kecepatan
2 m/s.
(Muara sungai Opak > Timbunan
pasir yang sudah halus)
3.
Aktivitas ombak dalam pembentukan
gumuk pasir tidak terhenti sampai di sini saja. pasir halus yang sudah
terbentuk tadi kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai. Sesampainya di tepi
pantai, pasir yang basah tersebut mengalami pengeringan secara terus- menerus
oleh matahari. Pasir yang kering terbawa tiupan angin menuju daratan.
(Pasir mengalami proses pengeringan)
4.
Pasir yang terbawa angin mengendap
di daratan secara terus menerus. Endapan semakin banyak dan berkembang menjadi
gundukan- gundukan pasir. Gundukan ini kemudia disebut Gumuk Pasir (bukit
pasir). Gumuk pasir yang terbentuk memiliki ciri khas sesuai arah hembusan
angin. Adanya bukit karst yang terletak di sebelah timur parangtritis
menyebabkan hembusan angin dari arah tenggara lebih kuat, sehingga pola gumuk
pasir menghadap ke arah tenggara.
(Endapan pasir > Endapan semakin
bertambah banyak > Gumuk pasir)
Bentuk-bentuk
Gumuk Pasir

Gumuk Pasir
(Obyek Dinamis)
Fenomena perubahan-perubahan dapat
dilihat pada penelitian yang dilakuakan pada kali opak dan gumuk pasir. Misal
penelitian Perubahan sedimentasi kali
opak dari tahun 2001 – 2011. Dan pergeseran gumuk pasir pula pada tahun 2001
– 2011.
Kemudian Pesisir
Parangtritis memiliki berbagai macam potensi, seperti:
a.
Pariwisata
b.
Pertanian
c.
IPTEK dan Pendidikan
d.
Kelautan dan Perikanan
e.
Kegiatan Riset Lab
f.
Receiver NOAA
g.
Kegiatan Riset
h.
Shuttle Radar
Topography Mission (SRTM)
i.
Kincir Angin
j.
Ombrometer
k.
Solar Cell

