Kamis, 02 Januari 2014

Laboratorium Geospasial Paris


LAPORAN
OBSERVASI DI LABORATORIUM GEOSPASIAL
PESISIR PARANGTRITIS
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS 1
yang dibina oleh Dhiniaty Gularso, S.Si,. M.Pd.

upy-color.jpg

Oleh
Nama            Lutfi Cahyadi
NPM             12144600146
Kelas            A4-12

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2013
 _________________________________________________________________
KATA PENGANTAR
      Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan tugas mata kuliah Pendidikan IPS 1 ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun berdasarkan pengumpulan dari berbagai sumber, dan untuk memehuni tugas mata kuliah pendidikan IPS 1.
      Dengan ini Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Dhiniaty Gularso S.Si., M.Pd selaku  dosen pembimbing mata kuliah Pendidikan IPS 1. Saya ucapkan  terimakasih juga kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan  ini.
Semoga Laporan yang Saya  buat  dapat bermanfaat bagi Saya pribadi maupun pihak yang membaca.
Saya menyadari bahwa Laporan ini jauh dari sempurna, masih banyak kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun untuk meningkatkan kualitas dan menyempurnakan Laporan ini, Saya terima dengan terbuka.



Yogyakarta,   Desember 2013

Lutfi Cahyadi
 ________________________________________________________________________________

LABORATORIUM GEOSPASIAL PESISIR PARANGTRITIS

            Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis merupakan wujud kerjasama antara Badan Informasi Geospasial, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Berlokasi di tengah bentang alam gumuk pasir pesisir Parangtritis Yogyakarta, Laboratorium Geospasial menjadi ikon baru wisata pendidikan berbasis kebumian. Sebagai satu-satunya laboratorium geospasial pesisir di Indonesia, akan menjadi peluang sekaligus tantangan untuk menjadikan laboratorium ini bermanfaat dalam menyumbangkan berbagai hasil kajian riset geospasial pesisir dan laut. Laboratorium geospasial ini di dikepalai oleh Ari Dartoyo.

Tujuan Dibuatnya Laboratorium
a.       Melaksanakan riset kolaboratif sumberdaya
b.      Pesisir dan Laut untuk pengembangan  IPTEK,
c.       Berbasis informasi geospasial,

Proses Pembuatan Laboratorium ini bertahap, sesuai dengan penjelasan di bawah ini
1.      Berawal dari adanya Ide/Rencana pada Tahun 2001
2.      Mulai Dibangun Tahun 2002
3.      Terjadi gempa Bumi Tahun 2006
4.      Hingga saat ini Tahun 2013 masih ada
Pengelolaan Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis (Nota Kesepahaman Bersama) dikelola oleh tiga badan, yaitu:
a.       Fakultas  Geografi UGM
b.      PemKab Bantul
c.       Badan Informasi Geospasial
Alasan Kenapa Gumuk Pasir Ada di Parangtritis, diantaranya:
1.      Karena Proses Alam yang unik,  komplek dan langka
2.      Karena Posisi pantai terbuka terhadap laut lepas dengan tiupan angin kencang setiap waktu
3.      Karena ada sumber materi pasir yang berlebihan dari daerah hulunya berupa pasir vulkanik terbawa oleh sistem sungai ke Muara
4.      Karena Pengaruh “site” Geografi wilayah yakni  wilayah pesisir & ada bukit kapur (Karst) dengan lereng curam/terjal

Proses Terbentuknya Sand Dunes (Gumuk Pasir) di Parangtritis, Yogyakarta

            Secara logika, tidak mungkin ada sand dunes di pantai selatan Yogyakarta, yakni di daerah tropik, karena butiran pasir terbentuk karena suhu yang sangat dingin dan panas yang berlangsung silih berganti secara terus menerus, dan di Indonesia memilliki iklim tropis yang memiliki perbedaan suhu yang tidak terlalu ekstrem. Tetapi dilogika dengan ilmu geologi, tentu saja hal tersebut bisa terjadi.
            Di Indonesia, Yogyakarta khusunya, memiliki gunung yang masih aktif, yakni Gunung Merapi. Gunung Merapi secara berkala mengeluarkan materialnya dari perut bumi. Dan material ini terbawa oleh arus sungai, yang mana sungai sungai ini bermuara di sungai Progo. Material material ini dari gunung masih  berukuran besar. Tapi karena terbentur atau karena arus sungai ataupun sesuatu yang lain, maka material ini terpecah pecah dan hancur menjadi pasir. Di muara, material ini seharusnya menumpuk menjadi delta, tetapi karena ombak laut yang sangat besar di laut selatan, maka pasir pasir tersebut terangkat ke pantai. Dan sesampainya di pantai, lalu pasir itu terdorong ke daratan karena angin laut, inilah proses terbentuknya sand dunes di pantai Parangtritis.







Poto Sand Dunes di Pantai Parangtritis
 gumuk pasir paris.PNG


Pembentukan Sand Dunes (Gumuk Pasir)
Syarat pembentukan gumuk pasir :
a. Pantai landai
b. Tersedia pasir sebagai pemasok material
c. Gelombang mampu menghempaskan pasir ke darat
d. Arus sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan surut cukup besar
e. Ada pembedaan tegas antar musim kemarau dengan musim hujan

Berikut proses terbentuknya Gumuk Pasir Parangtritis :

1.      Proses terbentuknya gumuk pasir di parangtritis berawal dari Gunung Merapi yang bererupsi atau mengeluarkan material vulkanik. Material tersebut berupa awan panas beserta debu, pasir, lahar panas, lahar dingin, dan batu- batuan mengalir ke sungai- sungai yang berhulu di merapi, seperti sungai bedog, boyong, opak, gendol, dll. Sungai- sungai yag membawa material vulkanik berkumpul membentuk suatu daerah aliran sungai dan menuju ke muara Opak.
(Gunung Merapi > Material vulkanik Gunung Merapi > Material vulkanik terbawa aliran sungai > Sungai opak)

2.      Sampai di muara, material sungai tersebut dihantam ombak laut selatan yang menggerus pasir menjadi butiran pasir halus. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangakan oleh angin dengan kecepatan 2 m/s.
(Muara sungai Opak > Timbunan pasir yang sudah halus)

3.      Aktivitas ombak dalam pembentukan gumuk pasir tidak terhenti sampai di sini saja. pasir halus yang sudah terbentuk tadi kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai. Sesampainya di tepi pantai, pasir yang basah tersebut mengalami pengeringan secara terus- menerus oleh matahari. Pasir yang kering terbawa tiupan angin menuju daratan.
(Pasir mengalami proses pengeringan)

4.      Pasir yang terbawa angin mengendap di daratan secara terus menerus. Endapan semakin banyak dan berkembang menjadi gundukan- gundukan pasir. Gundukan ini kemudia disebut Gumuk Pasir (bukit pasir). Gumuk pasir yang terbentuk memiliki ciri khas sesuai arah hembusan angin. Adanya bukit karst yang terletak di sebelah timur parangtritis menyebabkan hembusan angin dari arah tenggara lebih kuat, sehingga pola gumuk pasir menghadap ke arah tenggara.
(Endapan pasir > Endapan semakin bertambah banyak > Gumuk pasir)  

Bentuk-bentuk Gumuk Pasir
tekstur_permukaan_gumuk

Gumuk Pasir (Obyek Dinamis)
            Fenomena perubahan-perubahan dapat dilihat pada penelitian yang dilakuakan pada kali opak dan gumuk pasir. Misal penelitian Perubahan sedimentasi kali opak dari tahun 2001 – 2011. Dan pergeseran gumuk pasir pula pada tahun 2001 – 2011.

Kemudian Pesisir Parangtritis memiliki berbagai macam potensi, seperti:
a.       Pariwisata
b.      Pertanian
c.       IPTEK dan Pendidikan
d.      Kelautan dan Perikanan
e.       Kegiatan Riset Lab
f.       Receiver NOAA
g.      Kegiatan Riset
h.      Shuttle Radar Topography Mission (SRTM)
i.        Kincir Angin
j.        Ombrometer
k.      Solar Cell


Laboratorium Geospasial Paris

Kamis, 02 Januari 2014 - -


LAPORAN
OBSERVASI DI LABORATORIUM GEOSPASIAL
PESISIR PARANGTRITIS
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS 1
yang dibina oleh Dhiniaty Gularso, S.Si,. M.Pd.

upy-color.jpg

Oleh
Nama            Lutfi Cahyadi
NPM             12144600146
Kelas            A4-12

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2013
 _________________________________________________________________
KATA PENGANTAR
      Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan tugas mata kuliah Pendidikan IPS 1 ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun berdasarkan pengumpulan dari berbagai sumber, dan untuk memehuni tugas mata kuliah pendidikan IPS 1.
      Dengan ini Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Dhiniaty Gularso S.Si., M.Pd selaku  dosen pembimbing mata kuliah Pendidikan IPS 1. Saya ucapkan  terimakasih juga kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan  ini.
Semoga Laporan yang Saya  buat  dapat bermanfaat bagi Saya pribadi maupun pihak yang membaca.
Saya menyadari bahwa Laporan ini jauh dari sempurna, masih banyak kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun untuk meningkatkan kualitas dan menyempurnakan Laporan ini, Saya terima dengan terbuka.



Yogyakarta,   Desember 2013

Lutfi Cahyadi
 ________________________________________________________________________________

LABORATORIUM GEOSPASIAL PESISIR PARANGTRITIS

            Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis merupakan wujud kerjasama antara Badan Informasi Geospasial, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Berlokasi di tengah bentang alam gumuk pasir pesisir Parangtritis Yogyakarta, Laboratorium Geospasial menjadi ikon baru wisata pendidikan berbasis kebumian. Sebagai satu-satunya laboratorium geospasial pesisir di Indonesia, akan menjadi peluang sekaligus tantangan untuk menjadikan laboratorium ini bermanfaat dalam menyumbangkan berbagai hasil kajian riset geospasial pesisir dan laut. Laboratorium geospasial ini di dikepalai oleh Ari Dartoyo.

Tujuan Dibuatnya Laboratorium
a.       Melaksanakan riset kolaboratif sumberdaya
b.      Pesisir dan Laut untuk pengembangan  IPTEK,
c.       Berbasis informasi geospasial,

Proses Pembuatan Laboratorium ini bertahap, sesuai dengan penjelasan di bawah ini
1.      Berawal dari adanya Ide/Rencana pada Tahun 2001
2.      Mulai Dibangun Tahun 2002
3.      Terjadi gempa Bumi Tahun 2006
4.      Hingga saat ini Tahun 2013 masih ada
Pengelolaan Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis (Nota Kesepahaman Bersama) dikelola oleh tiga badan, yaitu:
a.       Fakultas  Geografi UGM
b.      PemKab Bantul
c.       Badan Informasi Geospasial
Alasan Kenapa Gumuk Pasir Ada di Parangtritis, diantaranya:
1.      Karena Proses Alam yang unik,  komplek dan langka
2.      Karena Posisi pantai terbuka terhadap laut lepas dengan tiupan angin kencang setiap waktu
3.      Karena ada sumber materi pasir yang berlebihan dari daerah hulunya berupa pasir vulkanik terbawa oleh sistem sungai ke Muara
4.      Karena Pengaruh “site” Geografi wilayah yakni  wilayah pesisir & ada bukit kapur (Karst) dengan lereng curam/terjal

Proses Terbentuknya Sand Dunes (Gumuk Pasir) di Parangtritis, Yogyakarta

            Secara logika, tidak mungkin ada sand dunes di pantai selatan Yogyakarta, yakni di daerah tropik, karena butiran pasir terbentuk karena suhu yang sangat dingin dan panas yang berlangsung silih berganti secara terus menerus, dan di Indonesia memilliki iklim tropis yang memiliki perbedaan suhu yang tidak terlalu ekstrem. Tetapi dilogika dengan ilmu geologi, tentu saja hal tersebut bisa terjadi.
            Di Indonesia, Yogyakarta khusunya, memiliki gunung yang masih aktif, yakni Gunung Merapi. Gunung Merapi secara berkala mengeluarkan materialnya dari perut bumi. Dan material ini terbawa oleh arus sungai, yang mana sungai sungai ini bermuara di sungai Progo. Material material ini dari gunung masih  berukuran besar. Tapi karena terbentur atau karena arus sungai ataupun sesuatu yang lain, maka material ini terpecah pecah dan hancur menjadi pasir. Di muara, material ini seharusnya menumpuk menjadi delta, tetapi karena ombak laut yang sangat besar di laut selatan, maka pasir pasir tersebut terangkat ke pantai. Dan sesampainya di pantai, lalu pasir itu terdorong ke daratan karena angin laut, inilah proses terbentuknya sand dunes di pantai Parangtritis.







Poto Sand Dunes di Pantai Parangtritis
 gumuk pasir paris.PNG


Pembentukan Sand Dunes (Gumuk Pasir)
Syarat pembentukan gumuk pasir :
a. Pantai landai
b. Tersedia pasir sebagai pemasok material
c. Gelombang mampu menghempaskan pasir ke darat
d. Arus sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan surut cukup besar
e. Ada pembedaan tegas antar musim kemarau dengan musim hujan

Berikut proses terbentuknya Gumuk Pasir Parangtritis :

1.      Proses terbentuknya gumuk pasir di parangtritis berawal dari Gunung Merapi yang bererupsi atau mengeluarkan material vulkanik. Material tersebut berupa awan panas beserta debu, pasir, lahar panas, lahar dingin, dan batu- batuan mengalir ke sungai- sungai yang berhulu di merapi, seperti sungai bedog, boyong, opak, gendol, dll. Sungai- sungai yag membawa material vulkanik berkumpul membentuk suatu daerah aliran sungai dan menuju ke muara Opak.
(Gunung Merapi > Material vulkanik Gunung Merapi > Material vulkanik terbawa aliran sungai > Sungai opak)

2.      Sampai di muara, material sungai tersebut dihantam ombak laut selatan yang menggerus pasir menjadi butiran pasir halus. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangakan oleh angin dengan kecepatan 2 m/s.
(Muara sungai Opak > Timbunan pasir yang sudah halus)

3.      Aktivitas ombak dalam pembentukan gumuk pasir tidak terhenti sampai di sini saja. pasir halus yang sudah terbentuk tadi kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai. Sesampainya di tepi pantai, pasir yang basah tersebut mengalami pengeringan secara terus- menerus oleh matahari. Pasir yang kering terbawa tiupan angin menuju daratan.
(Pasir mengalami proses pengeringan)

4.      Pasir yang terbawa angin mengendap di daratan secara terus menerus. Endapan semakin banyak dan berkembang menjadi gundukan- gundukan pasir. Gundukan ini kemudia disebut Gumuk Pasir (bukit pasir). Gumuk pasir yang terbentuk memiliki ciri khas sesuai arah hembusan angin. Adanya bukit karst yang terletak di sebelah timur parangtritis menyebabkan hembusan angin dari arah tenggara lebih kuat, sehingga pola gumuk pasir menghadap ke arah tenggara.
(Endapan pasir > Endapan semakin bertambah banyak > Gumuk pasir)  

Bentuk-bentuk Gumuk Pasir
tekstur_permukaan_gumuk

Gumuk Pasir (Obyek Dinamis)
            Fenomena perubahan-perubahan dapat dilihat pada penelitian yang dilakuakan pada kali opak dan gumuk pasir. Misal penelitian Perubahan sedimentasi kali opak dari tahun 2001 – 2011. Dan pergeseran gumuk pasir pula pada tahun 2001 – 2011.

Kemudian Pesisir Parangtritis memiliki berbagai macam potensi, seperti:
a.       Pariwisata
b.      Pertanian
c.       IPTEK dan Pendidikan
d.      Kelautan dan Perikanan
e.       Kegiatan Riset Lab
f.       Receiver NOAA
g.      Kegiatan Riset
h.      Shuttle Radar Topography Mission (SRTM)
i.        Kincir Angin
j.        Ombrometer
k.      Solar Cell


This entry was posted on 1/02/2014 12:18:00 AM and is filed under PGSD , UPY . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. or trackback from your own site.