A. Pengertian
Bernafas
Bernafas memiliki fungsi utama memasok
oksigen ke dalam tubuh serta membuang karbondioksida dari dalam tubuh. Bernafas
merupakan salah cirri dari makhluk hidup yang penting bagi kelanjutan hidup
makhluk hidup. Bernafas merupakan proses yang diatur oleh saraf untuk mencukupi
kebutuhan akan ogsigen dan membuang karbondioksida secara efektif. Proses
pernafasan yang dilakukan menghasilkan energi yang diguanakan untuk aktivitas
makhluk hidup. Energy yang diperpleh dari proses pernafasan dapat digunakan
untuk aktivitas seluler maupun aktivitas fisik. Oksigen (O2 ) dalam
proses pernafasan dibutuhkan untuk digunakan dalam proses oksidasi atau memecah
glukosa yang akan menghasilkan energi, uap air dan karbondioksida (CO2 ).
Peertukaran gas oksigen (O2) dan
karbondioksida (CO2) terjadi di dalam alveolus paru paru. Organ
system pernafasan pada manusia yang paling luar yaitu rongga hidung. Udara
masuk pertama kali masuk ke dalam rongga hidung, faring (daerah tekak),
laring (pangkal tenggorokan), trakea (tenggorokan), bronkus (cabang
tenggorokan) dan paru- paru (bronkiolus dan alveolus).
B. Organ Pernafasan Pada Manusia
1.
Rongga Hidung
Hidung
terdiri atas tulang keras dan tulang rawan. Didalam hidung terdapat rambut
rambut halus dan mucus. Rambut-rambut halus (silia) berfungsi untuk menyaring
udara yang masuk dan mukusberfungsi mengatur suhu udara untuk kemudian suhunya
dengan suhu tubuh. Selain itu mucus juga berfungsi untuk menangkap debu
dan mikroorganisme yang masuk bersama udara pada saat kita menghirup uadara. Setelah
disaring di rongga hidung, udara akan masuk ke dalam laring melalui
faring. Adanya daerah rongga udara (sinus) di dalam hidung juga
mempengaruhi suara manusia.
2.
Faring (Daerah tekak)
Faring
merupakan saluran yang menghubungkan rongga mulut dan rongga hidung dengan
kerongkongan (esofagus) dan laring. Faring merupakan bagian dari sistem respirasidan pencernaan.
Sebagai bagian dari sistem respirasi, pada faring terdapat uvula dan epiglotis
yang mengatur masuknya udara ke laring. Daerah faring dapat dilalui oleh
udara, makanan, dan air.
3. Laring (pangkal tenggorokan)
Laring
merupakan saluran yang terdapat diantara faring dan tenggorokan. Laring
sering disebut daerah pita suara (glotis) karena suara kita dihasilkan di
daerah ini. Jakun pada laki-laki juga terdapat di laring. Ketika
kita bernafas, lubang menuju saluran pencernaan ditutup oleh anak tekak yang
disebut epiglotis.
Tenggorokan
merupakan saluran utama udara ke paru-paru. Tenggorokan tersusun atas
cincin tulang rawan berselang-seling dengan otot polos melingkar. Pada saluran
ini juga terdapat silia yang dapat merangsang untuk bersin ketika ada debu atau
benda asing yang masuk. Pada ujungnya, trakea akan terbagi menjadi dua
bronkus, kanan dan kiri yang akan menyalurkan udara ke dalam paru-paru.
Daerah tempat bercabang itu disebut trakeal bifurkasi.
Bronkus
merupakan cabang dari tenggorokan. Terdapat 2 cabang tenggorokan, kiri dan
kanan yang keduanya menuju paru-paru. Bronkus tersusun atas tulang rawan
dan membran mukosa.
6.
Paru-Paru
Paru-paru
terletak di rongga dada. Paru-paru merupakan organ yang tampak seperti
spons atau berpori. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang menjadi
bronkiolus. Bronkiolus akan bercabang terus sampai kecil dan berujung
pada kantung udara yang disebut alveolus/alveoli. Pertukaran gas antara
oksigen dan karbon dioksida dari sel darah terjadi di alveolus. Paru-paru
sebelah kanan memiliki 3 lobus dan berukuran lebih pendek, lebar serta memiliki
volume yang lebih besar dari pada paru-paru sebelah kiri. Paru-paru kiri
memiliki 2 lobus. Paru-paru dilapisi oleh membran ganda yang disebut
pleura. Didalamnya terdapat rongga pleura berisi cairan yang diproduksi
oleh pleura.
C. Mekanisme
Bernafas
Pernafasan
pada manusia dibagi menjadi dua yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut. Mekanisme
bernafas terdiri dari inspirasi (mengambil nafas) dan ekspirasi
(menghembuskan nafas). Pada saat inspirasi, diafragma akan
berkontraksi, rongga dada berkembang dan tekanan udara di dalam alveolus menurun
sehingga udara dari atmosfer masuk ke dalam paru-paru. Ketika ekspirasi,
diafragma akan berelaksasi, rongga dada menyempit dan tekanan udara di dalam
alveolus meningkat sehingga udara dari paru-paru keluar. Oksigen yang
masuk ke dalam paru-paru akan ditukar dengan karbondioksida oleh sel-sel darah
merah yang terdapat pada pembuluh darah kapiler. Oksigen akan dibawa ke
seluruh tubuh untuk metabolisme, sedangkan karbondioksida akan dilepaskan ke
luar tubuh melalui mekanisme ekspirasi.
1.
Pernafasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang
rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
a) Fase
Inspirasi pernapasan dada Mekanisme inspirasi
pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru
b) Fase ekspirasi pernapasan dada Mekanisme
ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang
rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut -->
tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara
luar --> udara keluar dari paru-paru.
|
2.
Pernafasan Perut
a) Fase
inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi
pernapasan perut sebagai berikut: sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi
--> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang
--> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara
luar --> udara masuk
b) Fase
ekspirasi pernapasan perut
Mekanisme ekspirasi
pernapasan perut sebagai berikut: otot diafraghma relaksasi --> posisi dari
mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di
paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar -->udara keluar dari
paru-paru.
D. Volume Udara Pernapasan Paru - Paru
Volume udara pernapasan dapat diukur
menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat
dibedakan menjadi enam sebagai berikut.
1.
Volume tidal (tidal volume)
yaitu volume udara
pernapasan(inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500
mL.
2.
Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve
volume) atau udara komplementer
yaitu volume udara yang masih dapat
dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya
lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.
3.
Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve
volume) atau udara suplementer
yaitu volume udara yang masih dapat
dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang
besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.
4.
Volume sisa/residu (residual volume)
yaitu volume udara yang masih
tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal,
yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.
5.
Kapasitas vital (vital capacity)
yaitu volume udara yang dapat
dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin
juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi, kapasitas
vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume
cadangan ekspirasi.
6.
Volume total paru-paru (total lung volume)
yaitu volume udara yang dapat
ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc
(cm3) atau4.500 mL. Jadi, volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa
+ kapasitas vital. Secara ringkas,
volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik dibawah
ini.
Dapat diketahui bahwa volume udara pernapasan setiap orang
berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume
paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh
faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang
yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Demikian pula
orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung
memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki
volume paru-paru lebih besar dari wanita.
Dalam keadaan biasa, manusia mengisap
dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini
telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat
mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru. Sebaliknya,
sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat
satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem
pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara
pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan
yang terlatih.Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan
biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru paru, sedangkan
yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.
E.
Fisiologi
Pernafasan
Pernapasan
Paru-paru (Pernapasan Pulmoner) Merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida
yang terjadi pada paru-paru. Pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan
eksterna, oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernapas dimana
oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam
kapiler pulmonary, alveoli memisahkan aksigen dari darah, O2 menembus membrane,
diambil oleh sel darah merah di bawa ke jantung dipompakan keseluruh tubuh. Gerakan
bernapas bergantung pada gerakan diafragma dan otot dinding dada diantara
rusuk-rusuk itu. Bila mengerut otot dinding itu membesarkan rongga dada dan
menyebabkan tekanan udara berkurang. Ini membuat paru-paru mengembang dan
mengisap udara; ketika otot itu kendur, dada mengempis dan udara mengembus
keluar. Fungsi utama pernapasan adalah untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan
oleh sel-sel tubuh dan mengeliminasi CO2 yang dihasilkan oleh sel.
Respirasi
ada dua, yaitu Respirasi internal atau seluler, mengacu kepada proses
metabolisme intrasel yang berlangsung di dalam mitokondria, yang menggunakan O2
dan mengahsilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul nutrient.Yang kedua
respirasi eksternal, mangacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang
terlihat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh.
O2
masuk ke dalam sel melalui 3 tahap :
1.
Ventilasi paru
O2
atm → alveoli
CO2
alveoli → atm
Faktor-faktor
yang mempengaruhi:
-
Tekanan O2 atm
-
Jalan naps
-
Complience dan recoil
-
Pusat napas
2.
Difusi gas
O2
alveoli → kapiler paru
CO2
kapiler paru → alveoli
Faktor-faktor
yang mempengaruhi:
-
Luas permukaan paru
-
Tebal membran respirasi
-
Jumlah eritrosit/kadar Hb
-
Jumlah kapiler paru yang aktif
-
Perbedaan tekanan dan konsentrasi gas
-
Waktu difusi
-
Afinitas gas
3.
Transportasi gas
O2
kapiler paru → sel
CO2
sel → kapiler paru
Transport
O2:
-
Berikatan dengan Hb (97%) membentuk Oxyhemoglobin
-
Larut dalam plasma (3%)
Transport
CO2:
-
Berikatan dengan Hb (30%) membentuk Carbaminohemoglobin
-
Larut dalam plasma
-
Berikatan dengan H2O sebagai HCO3 (65%)
Faktor-faktor
yang mempengaruhi
-
Cardiac Output
-
Kondisi pembuluh darah
-
Exercise
- Eritrosit
Empat proses yang berhubungan dengan
pernapasan pulmoner :
1. Ventilasi
vulmoner, gerakan pernapasan yang menukar udara dalam alveoli
dengan udara luar.
2. Arus
darah melalui paru-paru, darah mengandung O2 masuk ke seluruh tubuh, CO2 dari
seluruh tubuh masuk ke paru-paru.
3. Distribusi
arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumlah yang tepat yang bisa
dicapai untuk semua bagia.
4. Difusi
gas yang menembus membrane alveoli berdifusi daripada O2.
Proses pertukaran O2 dan CO2,
konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan merangsang pusat pernapasan terdapat
dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernapasan sehingga terjadi
pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 lebih banyak.
Pernapasan Jaringan (Pernapasan Interna)
Darah merah (hemoglobin) yang banyak
mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan akhirnya mencapai
kapiler, darah mengeluarkan O2 ke dalam jaringan, mengambil CO2 untuk dibawa ke
paru-paru dan di paru-paru terjadi pernapasan eksterna.
Daya Muat Paru-paru
Besarnya daya muat udara dalam paru-paru
4500 ml–5000 ml (4,5-5 liter). Udara yang diproses dalam paru-paru (ekspirasi
dan inspirasi) hanya 10%, + 500 ml disebut juga udara pasang surut (tidal air)
yaitu yang dihirup pernapasan biasa.
Pengendalian Pernapasan (Kontrol
Neurokimia)
1. Pengendalian
oleh saraf
Pusat otomatik dalam medulla
oblongata mengeluarkan impuls eferen ke blok pernapasan, melalui radik saraf
servikalis diantarkan kediafragma oleh saraf premikus.
2. Pengendalian
secara kimia
Pengendalian dan pengaturan secara
kimia meliputi frekuensi kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan, pusat
pernapasan dalam sumsum sangat peka, sehingga kadar alkali harus tetap
dipertahankan, karbondioksida adalah produksi asam dari metabolisme dan bahan
kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls
saraf yang bekerja atas otot pernapasan.
Kecepatan pernapasan pada wanita
lebih tinggi dari pada pria.
Kebutuhan tubuh terhadap O2
Kebutuhan tubuh terhadap O2
Empat menit saja tidak terdapat O2,
maka akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki dan
bisa menimbulkan kematian.
Bila O2 tidak mencukupi maka darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan misaknya yang terjadi pada bibir, telinga, lengan dan kaki disebut sianosis.
Bila O2 tidak mencukupi maka darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan misaknya yang terjadi pada bibir, telinga, lengan dan kaki disebut sianosis.
Mekanika Pernapasan
Udara cenderung bergerak dari daerah
bertekanan tinggi kedaerah bertekanan rendah yaitu menuruni gerakan tekanan.
Terdapat 3 tekanan berbeda yang penting
pada ventilasi :
1.
Tekanan atmosfer (barometric) ® tekanan
yang ditimbulkan oleh berat udara diatmosfer terhadap benda-benda dipermukaan
bumi.
2.
Tekanan intra-alveolus (tekanan
intrapulmonalis ® tekanan di dalam alveolus.
3.
Tekanan intrpleura (tekanan intratoniks)
® tekanan ini di dalam kantong pleura dan tekanan yang terjadi di luar paru di
dalam rongga toraks.
Reflex Batuk
Bronkus dan trakea sedemikian
sensitifnya terhadap sentuhan halus, sehingga benda asing dalam jumlah
berapapun atau penyebab iritasi lainnya akan menimbulkan refleks batuk.
Disana suatu rangkaian peristiwa
otomatis digerakkan oleh lintasan neuronal medulla, menyebabkan efek sebagai
berikut :
Kira-kira 2,5 liter udara
diinspirasi
Epiglotis menutup dan pita suara
menutup erat-erat untuk menjerat udara dalam paru.
Otot-otot perut berkontraksi dengan
kuat mendorong diafragma, sedangkan otot ekspirasi lainnya, seperti
interkonstalis internus, juga berkontraksi dengan kuat mendorong diafragma.
Pita suara dengan epiglottis
sekonyong-konyong terbuka lebar, sehingga udara bertekanan tinggi dalam paru
meledak keluar. Kadang-kadang dikeluarkan dengan kecepatan 75-100 m.
Udara yang mengalir cepat tersebut
biasanya membawa pula benda asing apapun yang terdapat dalam bronkus dan
trakea.
Refleks Bersin
Rangsangan yang menimbulkan refleks
bersin adalah iritasi dalam saluran hidung, impuls aferen berjalan dalam nervus
kelima menuju medulla, dimana refleks dicetuskan.
Fungsi Pernapasan Hidung
Bila udara mengalir melalui hidung,
ada 3 yang tertentu dikerjakan oleh rongga hidung. (F) pelembab udara :
Udara dihangatkan oleh permukaan
kontan dengan septum yang lurus, dengan total area kira-kira 160 Cm2.
Udra dilembabkan sampai hamper
lembab sempurna sebelum udara meninggalkan hidung.
Udara disaring.
Ukuran partikel yang terjerat dalam
saluran pernapasan berukuran kira-kira antara 1-5 mikrometer, mungkin
dikeluarkan dalam bronkiolur kecil sebagai akibat presipitasi gaya berat.
Sistem pernapasan melakukan fungsi
nonrespirasi lain berikut ini :
Ø Menyediakan
jalan untuk mengeluarkan air dan panas.
Ø Meningkatkan
aliran balik vena.
Ø Berperan
dalam memelihara keseimbangan asam basa normal dengan mengubah jumlah CO2
penghasil asam (H+) untuk dikeluarkan.
Ø Memungkinkan
ketika berbicara, menyaingi dan vikalisasi lain.
Ø Mempertahankan
tubuh dari infasi bahan asing.
Ø Mengeluarkan,
memodifikasi, mengaktifkan, atau menginaktifkan berbagai bahan yang melewati
sirkulasi paru.
Ø Hidung
bagian pernapasan, berfungsi sebagai organ pembau.
Peredaran darah
paru-paru
Paru-paru
mempunyai 2 sumber suplai darah, dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis.
Sirkulasi bronkial menyediakan darah teroksigenasi dari sirkulasi sistemik dan
berfungsi memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan paru-paru. Arteri bronkialis
berasal dari aorta torakalis dan berjalan sepanjang dinding posterior bronkus.
Vena bronkialis yang besar mengalirkan darahnya ke dalam sistem azigos, yang
kemudian bermuara pada vena kava superior dan mengembalikan darah ke atrium
kanan. Vena bronkialis yang lebih kecil akan mengalirkan darah vena
pulmonalis.Karena sirkulasi bronkial tidak berperanan pada pertukaran gas,
darah yang tidak teroksigenasi mengalami pirau sekitar 2% sampai 3% curah
jantung.
Arteri
pulmonalis yang berasal dari ventriel kanan mengalrkan darah vena campuran ke
paru-paru dimana darah tersebut mengambil bagian dalam pertukaran gas. Jalinan
kapiler paru-paru yang halus mengitari dan menutupi alveolus, merupakan kontak
erat yang diperlukan untuk proses pertukaran gas antara alveolus dan darah.
Darah yang teroksigenasi kemudian dikembalikan melalui vena pulmonalis ke
ventrikel kiri yang selanjutnya membagikannya kepada sel-sel melalui sirkulasi
sistemik.
F.
Gangguan
Sistem Pernafasan
Asma
Asma adalah suatu keadaan di mana
saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan
tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara. Penyempitan
ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu
binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Frekuensi dan beratnya serangan asma
bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya
mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi
sewaktu-waktu. Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau
di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa
merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi
semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan,
penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat. Pada serangan yang sangat
berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan,
letargi dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan
oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Kadang
beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan
udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul
di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh
penderita. Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan
segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk
mencegah serangan. Agonis reseptor beta-adrenergik (inhaler) merupakan
obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan
untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Penggunaan inhaler
yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung. Serangan
asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan
yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan
olah raga.
Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan pada
bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan
pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki
penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada
usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. Bronkitis infeksiosa disebabkan
oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma
pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada
perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi
berulang bisa merupakan akibat dari Sinusitis kronis, Bronkiektasis, Alergi, Pembesaran amandel
dan adenoid pada anak-anak. Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh Berbagai
jenis debu, Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin,
hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromine, Polusi udara yang menyebabkan
iritasi ozon dan nitrogen dioksida, Tembakau dan rokok lainnya.
Gejalanya
berupa batuk
berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), sesak nafas ketika melakukan olah
raga atau aktivitas ringan, sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu),
bengek, lelah, pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan pipi tampak
kemerahan, sakit kepala, gangguan penglihatan. Untuk mengurangi demam dan rasa
tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau
acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan
untuk beristirahat dan minum banyak cairan. Antibiotik diberikan kepada
penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri
(dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita
yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru. Kepada penderita dewasa diberikan
trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan
walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepada penderita
anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan
antibiotik. Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat
berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan
apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.
Influensa
Influensa, biasanya dikenali sebagai flu
di masyarakat, adalah penyakit menular burung dan mamalia yang disebabkan oleh
virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influensa). Penyakit ini
ditularkan dengan medium udara melalui bersin dari si penderita. Pada manusia,
gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung
tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan.
Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya
pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang
berusia lanjut. Masa penularan hingga terserang penyakit ini biasanya adalah 1
sampai 3 hari sejak kontak dengan hewan atau orang yang influensa. Penderita
dianjurkan agar mengasingkan diri atau dikarantina agar tidak menularkan
penyakit hingga mereka merasa lebih sehat.
Pencegahan
Sebagian
besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang
menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini
dapat hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu cucilah tangan sesering
mungkin dengan sabun. Minumlah yang banyak karena air berfungsi untuk
membersihkan racun. Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam
cuaca sejuk. Cobalah bersantai agar anda dapat mengaktifkan sistem kekebalan
tubuh karena dengan bersantai dapat membantu sistem kekebalan tubuh merespon
terhadap virus influenza. Kaum lanjut usia atau mereka yang mengidap penyakit
kronis dianjurkan diimunisasi. Namun perlu adanya alternatif lain dalam
mengembangkan imunitas dalam tubuh sendiri, melalui makanan yang bergizi dan
menjahui potensi-potensi yang menyebabkan influenza. Sejumlah penelitian
membuktikan bahwa dengan mengkonsumi 200 ml yoghurt rendah lemak per hari mampu
mencegah 25% peluang terkena influensa dikarenakan yoghurt mengandung banyak
laktobasilus
Mutasi
virus influensa
Virus
influensa cepat sekali bermutasi, sehingga setiap kali para ahli virus harus
berusaha menemukan penangkal yang baru. Wabah flu terbesar pertama adalah
pandemi flu spanyol (1918). Beberapa tahun yang lalu kita mengenal flu Hong
Kong dan pada tahun 2005 merebak flu burung. Semua ini menunjukkan betapa
sulitnya usaha penangkalan terhadap penyakit ini. Ada berbagai makanan yang
bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga Anda tak perlu tertular flu.
Misalnya menyantap jeruk, brokoli, anggur, kiwi, kol dan sebagainya.
Makanan-makanan tadi mengandung vitamin C yang mengandung anti oksidan dan
membantu tubuh melawan berbagai penyakit.
Flu
burung
Dalam
bahasa Inggris: avian influenza adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Penyebab flu burung
adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian
ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing,
harimau, dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang
ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14
varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1
yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Virus ini dapat menular melalui
udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian,
virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan
hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri
perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan
pakaian juga perlu dijaga.Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan
makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus
dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Unggas
sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal.
Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan. Gejala
umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin)
perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu
segera mendapatkan perhatian medis. Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan
oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah
penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah
jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor),
antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus
tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu
sehingga diperlukan opini dokter.
Flu
babi
(Swine
influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae
yang endemik pada populasi babi. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan
biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun
ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus
termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan
kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan
oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3. Menurut Pusat
Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini
mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada
kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa
penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.
Asbestosis
Asbestosis adalah suatu penyakit saluran
pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada
paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat
silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat
asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes
juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi
paru-paru).Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut
(fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak
dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit
tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan
asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan
industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari
partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja. Penyakit-penyakit
yang disebabkan oleh asbes diantaranya:
- Plak pleura (klasifikasi)
- Mesotelioma maligna
- Efusi pleura.
- Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.
- Gejala pertama adalah sesak napas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak napas yang berat dan mengalami kegagalan pernapasan.
- Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.
- Mesotelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesotelioma umumnya muncul setelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesotelioma.Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesotelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesotelioma. Mesotelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun
- Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari.
Gejala
lainnya yang mungkin ditemukan:
- batuk
- rasa sesak di dada
- nyeri dada
- kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).
- Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.
- Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.
- Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-masing.
Faringitis
Faringitis adalah suatu penyakit peradangan
yang menyerang tenggorokkan atau faring. Kadang juga disebut sebagai radang
tenggorokan. Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman, disebabkan daya
tahan yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila karena
terkena kuman. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang
banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong. Gejala radang tenggorokan
seringkali merupakan pra tanda penyakit flu atau pilek. faringitis ada yang
akut dan kronis. Faringitis akut, radang tenggorok yang masih baru, dengan
gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk. Faringitis kronis,
radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak
disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.
TBC
(Tuberkulosis)
Tuberkulosis
(TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium
tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau
peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas,
sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita
terengah-engah.
Penyakit
TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau
kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat
juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya
disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan
masalah TBC di dunia. Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang
disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang
dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri
ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882,
sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan,
penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). Penyakit
TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium
tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak
sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila
sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi
banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat
menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah
infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru,
otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain,
meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. Saat
Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera
akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui
serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme
pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut
dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah
yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada
sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant
sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh
yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel
bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam
paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak).
Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami
pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC. Gejala penyakit TBC
dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan
organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada
kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.
Gejala
sistemik/umum
Demam
tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari
disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan
bersifat hilang timbul. Penurunan nafsu makan dan berat badan. Batuk-batuk
selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). Perasaan tidak enak
(malaise), lemah.
Gejala
khusus
Tergantung
dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus
(saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang
membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang
disertai sesak. Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat
disertai dengan keluhan sakit dada. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi
gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan
bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. Pada
anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai
meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya
penurunan kesadaran dan kejang-kejang. Pada pasien anak yang tidak menimbulkan
gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC
dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa
memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang
tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan
30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.
Emfisema
Emfisema disebabkan karena hilangnya
elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat
dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar
dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya
dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan
enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru
ini. Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan
dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang
menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema. Pencegahan
dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah
penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
Kanker
Paru-Paru
Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang
mematikan, bahkan kanker paru-parumerupakan pembunuh pertama
dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru
dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini
dan dapat menyebar ke bagian lain. Penyebab utamanya adalah asap rokok yang
mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah
terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan
menyebabkan terjadinya sel kanker. Penyebab lain adalah radiasi radio aktif,
bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan. Gejala: Batuk, sakit
pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun.
Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila
kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar. Pencegahan dan solusi:
Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang
banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
Pneumonia
Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi
yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus
atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan
bakteri Mycoplasma pneumoniae. Gejala: Batuk berdahak dengan
dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga
disertai demam tinggi. Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara
kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri
tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan,
makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur. Pengobatan:
Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum
antibiotik.
Dipteri
Dipteri
merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium
diphterial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis)
maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.
Asfiksi
Asfiksi
adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan
terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya
alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah
keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat
karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.

