Kamis, 02 Januari 2014

sistem Peredaran Darah Manusia


Secara garis besar sistem peredaran darah pada manusia memiliki tiga fungsi utama. Fungsi yang pertama yaitu menjamin atau memastikan terpenuhinya kebutuahan tubuh akan zat makanan dan oksigen , serta pembuangna zat sisa metabolisme dari dalam tubuh dengan segera. Fungsi yang kedua yaitu berberan penting dalam penyebaran panas tubuh dan yang ketiga berfungsi menyebarkan tekanan atau kekuatan. Sistem peredaran darah tersusun dari berbagai komponen utama yaitu jantung, pembuluh dan cairan yang beredar. Jantung berfungsi sebagai pompa penggerak cairan , sedangkan pembuluh berfungsi sebagai saluran yang dilewati olah cairan yang beredar keseluruh tubuh.
Cairan yang dimaksud berupa cairan darah, cairan limfe atau hemolimfe. System peredaran darah pada hewan dibedakan menjadi dua yaitu system peredaran darah terbuka dan system peredaran darah tertutup. System peredaran darah terbuka yaitu system peredaran daran dimana selama beredar darah tidak selalu berada di dalam pembuluh darah, sedangkan system peredaran darah tertutuo yaitu system peredaran darah yang selama beredar darah selalu berada di dalam pembuluh darah. Peredaran darah terbuka dapat ditemui antara lain pada Molusca dan Arthropoda, sedangkan system peredaran darah tertutup dapat ditemui pada Annelida, Molusca jenis Cephalopoda (Octopus dan Cumi Cumi), dan pada vertebrata. System peredaran darah pada manusia merupaka system peredaran darah tertututp karena darah selalu berada dalam pembuluh darah. System peredaran darah tertutup mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan system peredaran darah terbuka.
Pada sistem peredaran darah tertutup darah darah barada dalam system pembuluh yang kontinu dengan didorong oleh jantung. Sebagai penggerak jantung memompa terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh darah tetap tinggi. Sehingga darah yang keluar dari pembuluh akan masuk kejantung dengan segera, yang kedua darah yang mengalir dalam pembuluh darah akan langsung megalir kesetiap sel tubuh. Hal tersebut akan menjamin pasokan sari sari makanan dan oksigen dalam jumlah yang cukup kesetiap sel sehingga proses metabolism dapat terselenggara dengan baik. Jika terjadi peningkata aktivitas fisik vertebrata dapat meningkatkan pasokan darah ke organ yang aktif misalnya otot dan mengurangi penyebaran darah ke organ yang kurang atau  tidak aktif misalnya organ gastrointestinal. System peredaran darah pada manusia merupakan system peredaran darah tertutup ganda. System peredaran darah tertutup ganda yaitu darah beredar selalu berada di dalam pembuluh dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali. Organ system peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah, mulai dari pembuluh arteri, vena, arteriol, venula, hingga jaringan kapiler.

A.  Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah. Jantung merupakan komponen penyususn system peredaran darah yang berfingsi sebagai pemompa darah disepanjang pembuluh darah. Aliran darah dalam pembuluh darah merupakan proses dinamis. Dinamikanya dipengaruhi oleh viskositas, tekanan hidrostatik, energy, tekanan darah, dan tahanan pada dinding pembuluh darah.
Jantung pada manusia terletak di rongga dada, dibungkus oleh perikondrium. Jantung terdiri dari empat rongga, terdiri atas dua serambi yang berdinding tipis dan dua bilik yang berdinding tebal. Serambi dan bilik berkontaksi secara bergantian. Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole. Jantung terdiri dari atas 4 ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis disebut atrium (serambi) dan dua ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
Atrium berfungsi sebagai pompa primer yang meningkatkan efektifitas ventrikel sebagai pompa kira-kira 30% dalam keadaan normal jantung mempunyai kemampuan memompa lebih dari 300-500% darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Atrium kanan berfungsi sebagai penampung (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh melalui vena kava superior dan inverior dan dari jantung melalui sinus koronarius. Tekanan di atrium kanan 2-6 mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui empat buah vena pulmonalis. Tekanan atrium kiri 4-12mmHg dengan saturasi oksigen 95%-98%. Kedua atrium tersebut dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interatrium.
Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol, yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinea. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Tebal dinding kanan biasanya 0,5cm dan tekanan sistoliknya 15-30mmHg dan diastolic 0-5mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Tebal dari dinding ventrikel kiri kira-kira 1,5cm. tekanan sistolik ventrikel kiri normalnya adalah 120mmHg dan diastolic 0-10mmHg. Saturasi oksigen sebesar 95-98%. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interventrikel. Ventrikel sebagai pompa sekunder volume akhir diastolic dan akhir sistolik ventrikel. Volume akhir diastolic adalah selama diastole, pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume setiap ventrikel sekitar 120-130ml.  Waktu ventrikel kosong selama systole, volume nya berkurang sekitar 70ml (keadaan normal) yang dinamakan isi sekuncup (stroke volume) dalam keadaan tertentu dapat naik sampai 200ml, dan dapat turun sampai 140ml.
 Energy untuk kontraksi jantung adalah energy kimia dari metabolism asam lemak dan zat gizi (as.laktat dan glukosa). Jantung terdiri dari 4 katup yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi darah. Setiap katup berespon terhadap tekanan. Katup dikelompokkan dalam duan jenis yaitu katup atrioventrikular dan katup semilunar. Katup atrioventrikuler terletak antara atrium dan ventrikel, maka disebut katup atrioventrikuler. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga bauh daun katup, disebut katup tricuspid. Sedangkan katup yang letaknya di atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua daun katup yang disebut katup mitral.katup atrioventrikuler memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolic ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi). Katup semilunar, katup semilunar memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan. Katup pulmonal terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Keduan katup semilunar ini mempunyai bentuk yang sama, terdiri dari tiga daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adanya katup semilunar ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel.

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.


B.  Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena) dan pembuluh kapiler
1.      Pembuluh nadi (arteri), yaitu pembuluh yang mengangkut darah Dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri dan arteriole.
2.      Pembuluh balik (vena), yaitu yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung.
3.      Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.

Darah
Eritrosit (sel darah merah)
Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya)
Tidak berinti. Setiap 1mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit. Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat oksigen.

Leukosit (sel darah putih)
Memiliki bentuk tidak tetap dandapat bergerak bebas
Selnya tidak mempunyai pigmen, tetapi berinti. Setiap 1mm3 darah, mengandung 6.000 – 9.000 leukosit. Berfungsi melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi.

Trombosit (keping darah)
Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah. Tiap 1 mm3 darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit. berfungsi dalam proses pembekuan darah. Trombosit berumur kurang lebih 2-3 hari.

C.    Macam Macam Peredaran Darah
Peredaran Darah Kecil (sirkulasi pulmonal)
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Peredaran Darah Besar
Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darak ke gabian-bagian tubuh tertentu.
Arteri ini bercabang dan beranting menjadi arteriol yang mengantarkan darah ke tissu sel. Arteriol membentuk cabang-cabang yaitu kapiler, tempat pertukaran zat antara tissu sel dengan pembuluh darah terjadi. Lalu kapiler bersatu di venula. Venula-venula bersatu menjadi vena yang membawa kembali darah ke jantung. Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru. 

Sirkulasi Portal
Darah dari lambung, usus, pankreas dan limpa dikumpulkan oleh vena porta (pembuluh gerbang) didalam hati. Vena ini bercabang membentuk kapiler-kapiler yang bersatu dengan kapiler-kapiler arteri hepatika. Kemudian darah dibawa menjelajahi organ hati dan dikumpulkan oleh vena hepatika. Vena ini mengantarkan darah ke vena kava inferior dan masuk ke jantung.

D.    Pembuluh limfe
Di dalam tubuh, selain pembuluh darah juga terdapat pembuluh limfe. Pembuluh ini mengangkut cairan dari jaringan menuju darah. Selain itu, juga mengangkut lemak dan bahan bahan asing untuk dirombak ke nodus limfe. Pembuluh limfa bermuara di berbagai jaringan dan peredarannya termasuk sirkulasi terbuka. Di dalam tubuh terdapat dua pembuluh limfe berukuran besar sebagai berikut.



1.      Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)
Pembuluh limfe ini mengangkut limfe yang berasal dari kepala, dada sebelah kanan, dan lengan kanan. Pembuluh limfe kanan bermuara pada pembuluh balik di bawah vena subclavia dextra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).
2.      Ductus Thoracicus (Pembuluh Limfe Dada)
Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh lain dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinestra (vena yang melewati tulang selangka kiri). Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.

Limfe berasal dari cairan seluruh bagian tubuh. Hal ini memungkinkan di dalam limfe terdapat kuman-kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini perlu difilter oleh pembuluh limfe. Proses ini dilakukan oleh kelenjar limfe. Jadi, bila terdapat kuman pada suatu luka, maka kuman tersebut akan dibinasakan sebelum masuk ke dalam sirkulasi darah.
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa kelenjar tubuh sebagai berikut.
1. Kelenjar limfe di lipat siku, ketiak, lipatan paha, lutut, dan leher.
2. Kelenjar limfe di selaput lendir usus.
3. Kelenjar folikel di pangkal lidah.
4. Tonsil.
5. Adenoid di dinding tekak.









Amati gambar berikut untuk mengetahui pembuluh limfe dan letak kelenjar limfe.
Fungsi Pembuluh Limfe ( getah bening )
Sistem sirkulasi limfe juga mempunyai beberapa fungsi penting di dalam tubuh di antaranya sebagai berikut.
1.      Mengambil kelebihan cairan di dalam jaringan dan mengirimkannya ke darah.
2.      Mengabsorpsi lemak dan asam laktat di usus halus dan mengangkutnya ke darah.
3.      Membantu mempertahankan tubuh dari penyakit yaitu dengan melawan bibit penyakit yang masuk, menyaring racun yang dihasilkan oleh bibit penyakit tersebut, serta membentuk antibodi.



E.     Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan dan penyakit pada darah dan sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan non keturunan.
1. Faktor Keturunan
Penyakit keturunan disebabkan oleh genetik. Di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Hemofilia
Penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh darah tidak dapat membeku.
b. Thalassemia
Penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang tidak beraturan. Akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida kurang.
c. Sick Cell Anemia (SCA)
Penyakit berupa kelainan sel darah merah yang berbentuk seperti bulan sabit, akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida berkurang.

2. Faktor Non Keturunan
Kelainan darah ini disebabkan oleh faktor fisiologis. Di antaranya adalah:
a.       Anemia
Penyakit kurang darah, disebabkan kandungan Hb rendah, berkurangnya sel darah merah, atau menurunnya volume darah dari ukuran normal.
b.       Anemia pernisiosa
Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B - 12.
c.        Aneurisma
Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot.
d.      Eritroblastosis fetalis
Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus dengan ibu.
e.       Elefantiasis
Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria.
f.       Hipertensi
Tekanan darah tinggi, yaitu nilai ambang tekanan sistole sekitar 140 -200 mmHg atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastole sekitar 90 -110 mmHg atau lebih.
g.      Hipotensi
Tekanan darah rendah, bila tekanan sistole di bawah 100 mmHg.
h.      Leukemia (kanker darah)
Penyakit yang disebabkan bertambahnya leukosit yang tidak terkendali akibat kanker jaringan penghasil sel-sel darah putih.
i.        Trombus dan embolus
Penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.
j.        Jantung koroner
Suatu gangguan jantung disebabkan oleh tertimbunnya lemak darah (kolesterol) pada arteri koronaria.
k.       Sklerosis
Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu karena endapan lemak, disebut aterosklerosis dan disebabkan oleh endapan kapur atau arteriosklerosis. Sklerosis dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah,sehingga menaikkan tekanan darah. Jika sklerosis ini terjadi pada arteriole maka dapat menyebabkan pecahnya arteriole tersebut. Kalau hal ini terjadi di otak dapat menyebabkan kematian (stroke).
l.        Varises
Penyakit berupa pelebaran vena pada bagian betis. Bisa juga pelebaran venanya pada bagian anus yang sering disebut ambeien, wasir, atau hemoroid.



sistem Peredaran Darah Manusia

Kamis, 02 Januari 2014 - -


Secara garis besar sistem peredaran darah pada manusia memiliki tiga fungsi utama. Fungsi yang pertama yaitu menjamin atau memastikan terpenuhinya kebutuahan tubuh akan zat makanan dan oksigen , serta pembuangna zat sisa metabolisme dari dalam tubuh dengan segera. Fungsi yang kedua yaitu berberan penting dalam penyebaran panas tubuh dan yang ketiga berfungsi menyebarkan tekanan atau kekuatan. Sistem peredaran darah tersusun dari berbagai komponen utama yaitu jantung, pembuluh dan cairan yang beredar. Jantung berfungsi sebagai pompa penggerak cairan , sedangkan pembuluh berfungsi sebagai saluran yang dilewati olah cairan yang beredar keseluruh tubuh.
Cairan yang dimaksud berupa cairan darah, cairan limfe atau hemolimfe. System peredaran darah pada hewan dibedakan menjadi dua yaitu system peredaran darah terbuka dan system peredaran darah tertutup. System peredaran darah terbuka yaitu system peredaran daran dimana selama beredar darah tidak selalu berada di dalam pembuluh darah, sedangkan system peredaran darah tertutuo yaitu system peredaran darah yang selama beredar darah selalu berada di dalam pembuluh darah. Peredaran darah terbuka dapat ditemui antara lain pada Molusca dan Arthropoda, sedangkan system peredaran darah tertutup dapat ditemui pada Annelida, Molusca jenis Cephalopoda (Octopus dan Cumi Cumi), dan pada vertebrata. System peredaran darah pada manusia merupaka system peredaran darah tertututp karena darah selalu berada dalam pembuluh darah. System peredaran darah tertutup mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan system peredaran darah terbuka.
Pada sistem peredaran darah tertutup darah darah barada dalam system pembuluh yang kontinu dengan didorong oleh jantung. Sebagai penggerak jantung memompa terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh darah tetap tinggi. Sehingga darah yang keluar dari pembuluh akan masuk kejantung dengan segera, yang kedua darah yang mengalir dalam pembuluh darah akan langsung megalir kesetiap sel tubuh. Hal tersebut akan menjamin pasokan sari sari makanan dan oksigen dalam jumlah yang cukup kesetiap sel sehingga proses metabolism dapat terselenggara dengan baik. Jika terjadi peningkata aktivitas fisik vertebrata dapat meningkatkan pasokan darah ke organ yang aktif misalnya otot dan mengurangi penyebaran darah ke organ yang kurang atau  tidak aktif misalnya organ gastrointestinal. System peredaran darah pada manusia merupakan system peredaran darah tertutup ganda. System peredaran darah tertutup ganda yaitu darah beredar selalu berada di dalam pembuluh dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali. Organ system peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah, mulai dari pembuluh arteri, vena, arteriol, venula, hingga jaringan kapiler.

A.  Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah. Jantung merupakan komponen penyususn system peredaran darah yang berfingsi sebagai pemompa darah disepanjang pembuluh darah. Aliran darah dalam pembuluh darah merupakan proses dinamis. Dinamikanya dipengaruhi oleh viskositas, tekanan hidrostatik, energy, tekanan darah, dan tahanan pada dinding pembuluh darah.
Jantung pada manusia terletak di rongga dada, dibungkus oleh perikondrium. Jantung terdiri dari empat rongga, terdiri atas dua serambi yang berdinding tipis dan dua bilik yang berdinding tebal. Serambi dan bilik berkontaksi secara bergantian. Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole. Jantung terdiri dari atas 4 ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis disebut atrium (serambi) dan dua ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
Atrium berfungsi sebagai pompa primer yang meningkatkan efektifitas ventrikel sebagai pompa kira-kira 30% dalam keadaan normal jantung mempunyai kemampuan memompa lebih dari 300-500% darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Atrium kanan berfungsi sebagai penampung (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh melalui vena kava superior dan inverior dan dari jantung melalui sinus koronarius. Tekanan di atrium kanan 2-6 mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui empat buah vena pulmonalis. Tekanan atrium kiri 4-12mmHg dengan saturasi oksigen 95%-98%. Kedua atrium tersebut dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interatrium.
Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol, yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinea. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Tebal dinding kanan biasanya 0,5cm dan tekanan sistoliknya 15-30mmHg dan diastolic 0-5mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Tebal dari dinding ventrikel kiri kira-kira 1,5cm. tekanan sistolik ventrikel kiri normalnya adalah 120mmHg dan diastolic 0-10mmHg. Saturasi oksigen sebesar 95-98%. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interventrikel. Ventrikel sebagai pompa sekunder volume akhir diastolic dan akhir sistolik ventrikel. Volume akhir diastolic adalah selama diastole, pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume setiap ventrikel sekitar 120-130ml.  Waktu ventrikel kosong selama systole, volume nya berkurang sekitar 70ml (keadaan normal) yang dinamakan isi sekuncup (stroke volume) dalam keadaan tertentu dapat naik sampai 200ml, dan dapat turun sampai 140ml.
 Energy untuk kontraksi jantung adalah energy kimia dari metabolism asam lemak dan zat gizi (as.laktat dan glukosa). Jantung terdiri dari 4 katup yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi darah. Setiap katup berespon terhadap tekanan. Katup dikelompokkan dalam duan jenis yaitu katup atrioventrikular dan katup semilunar. Katup atrioventrikuler terletak antara atrium dan ventrikel, maka disebut katup atrioventrikuler. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga bauh daun katup, disebut katup tricuspid. Sedangkan katup yang letaknya di atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua daun katup yang disebut katup mitral.katup atrioventrikuler memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolic ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi). Katup semilunar, katup semilunar memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan. Katup pulmonal terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Keduan katup semilunar ini mempunyai bentuk yang sama, terdiri dari tiga daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adanya katup semilunar ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel.

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.


B.  Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena) dan pembuluh kapiler
1.      Pembuluh nadi (arteri), yaitu pembuluh yang mengangkut darah Dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri dan arteriole.
2.      Pembuluh balik (vena), yaitu yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung.
3.      Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.

Darah
Eritrosit (sel darah merah)
Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya)
Tidak berinti. Setiap 1mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit. Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat oksigen.

Leukosit (sel darah putih)
Memiliki bentuk tidak tetap dandapat bergerak bebas
Selnya tidak mempunyai pigmen, tetapi berinti. Setiap 1mm3 darah, mengandung 6.000 – 9.000 leukosit. Berfungsi melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi.

Trombosit (keping darah)
Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah. Tiap 1 mm3 darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit. berfungsi dalam proses pembekuan darah. Trombosit berumur kurang lebih 2-3 hari.

C.    Macam Macam Peredaran Darah
Peredaran Darah Kecil (sirkulasi pulmonal)
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Peredaran Darah Besar
Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darak ke gabian-bagian tubuh tertentu.
Arteri ini bercabang dan beranting menjadi arteriol yang mengantarkan darah ke tissu sel. Arteriol membentuk cabang-cabang yaitu kapiler, tempat pertukaran zat antara tissu sel dengan pembuluh darah terjadi. Lalu kapiler bersatu di venula. Venula-venula bersatu menjadi vena yang membawa kembali darah ke jantung. Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru. 

Sirkulasi Portal
Darah dari lambung, usus, pankreas dan limpa dikumpulkan oleh vena porta (pembuluh gerbang) didalam hati. Vena ini bercabang membentuk kapiler-kapiler yang bersatu dengan kapiler-kapiler arteri hepatika. Kemudian darah dibawa menjelajahi organ hati dan dikumpulkan oleh vena hepatika. Vena ini mengantarkan darah ke vena kava inferior dan masuk ke jantung.

D.    Pembuluh limfe
Di dalam tubuh, selain pembuluh darah juga terdapat pembuluh limfe. Pembuluh ini mengangkut cairan dari jaringan menuju darah. Selain itu, juga mengangkut lemak dan bahan bahan asing untuk dirombak ke nodus limfe. Pembuluh limfa bermuara di berbagai jaringan dan peredarannya termasuk sirkulasi terbuka. Di dalam tubuh terdapat dua pembuluh limfe berukuran besar sebagai berikut.



1.      Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)
Pembuluh limfe ini mengangkut limfe yang berasal dari kepala, dada sebelah kanan, dan lengan kanan. Pembuluh limfe kanan bermuara pada pembuluh balik di bawah vena subclavia dextra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).
2.      Ductus Thoracicus (Pembuluh Limfe Dada)
Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh lain dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinestra (vena yang melewati tulang selangka kiri). Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.

Limfe berasal dari cairan seluruh bagian tubuh. Hal ini memungkinkan di dalam limfe terdapat kuman-kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini perlu difilter oleh pembuluh limfe. Proses ini dilakukan oleh kelenjar limfe. Jadi, bila terdapat kuman pada suatu luka, maka kuman tersebut akan dibinasakan sebelum masuk ke dalam sirkulasi darah.
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa kelenjar tubuh sebagai berikut.
1. Kelenjar limfe di lipat siku, ketiak, lipatan paha, lutut, dan leher.
2. Kelenjar limfe di selaput lendir usus.
3. Kelenjar folikel di pangkal lidah.
4. Tonsil.
5. Adenoid di dinding tekak.









Amati gambar berikut untuk mengetahui pembuluh limfe dan letak kelenjar limfe.
Fungsi Pembuluh Limfe ( getah bening )
Sistem sirkulasi limfe juga mempunyai beberapa fungsi penting di dalam tubuh di antaranya sebagai berikut.
1.      Mengambil kelebihan cairan di dalam jaringan dan mengirimkannya ke darah.
2.      Mengabsorpsi lemak dan asam laktat di usus halus dan mengangkutnya ke darah.
3.      Membantu mempertahankan tubuh dari penyakit yaitu dengan melawan bibit penyakit yang masuk, menyaring racun yang dihasilkan oleh bibit penyakit tersebut, serta membentuk antibodi.



E.     Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan dan penyakit pada darah dan sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan non keturunan.
1. Faktor Keturunan
Penyakit keturunan disebabkan oleh genetik. Di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Hemofilia
Penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh darah tidak dapat membeku.
b. Thalassemia
Penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang tidak beraturan. Akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida kurang.
c. Sick Cell Anemia (SCA)
Penyakit berupa kelainan sel darah merah yang berbentuk seperti bulan sabit, akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida berkurang.

2. Faktor Non Keturunan
Kelainan darah ini disebabkan oleh faktor fisiologis. Di antaranya adalah:
a.       Anemia
Penyakit kurang darah, disebabkan kandungan Hb rendah, berkurangnya sel darah merah, atau menurunnya volume darah dari ukuran normal.
b.       Anemia pernisiosa
Penyakit di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B - 12.
c.        Aneurisma
Penyakit pelebaran pembuluh arteri karena lemahnya dinding otot.
d.      Eritroblastosis fetalis
Rusaknya eritrosit bayi di dalam kandungan karena perbedaan rhesus dengan ibu.
e.       Elefantiasis
Penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria.
f.       Hipertensi
Tekanan darah tinggi, yaitu nilai ambang tekanan sistole sekitar 140 -200 mmHg atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastole sekitar 90 -110 mmHg atau lebih.
g.      Hipotensi
Tekanan darah rendah, bila tekanan sistole di bawah 100 mmHg.
h.      Leukemia (kanker darah)
Penyakit yang disebabkan bertambahnya leukosit yang tidak terkendali akibat kanker jaringan penghasil sel-sel darah putih.
i.        Trombus dan embolus
Penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.
j.        Jantung koroner
Suatu gangguan jantung disebabkan oleh tertimbunnya lemak darah (kolesterol) pada arteri koronaria.
k.       Sklerosis
Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu karena endapan lemak, disebut aterosklerosis dan disebabkan oleh endapan kapur atau arteriosklerosis. Sklerosis dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah,sehingga menaikkan tekanan darah. Jika sklerosis ini terjadi pada arteriole maka dapat menyebabkan pecahnya arteriole tersebut. Kalau hal ini terjadi di otak dapat menyebabkan kematian (stroke).
l.        Varises
Penyakit berupa pelebaran vena pada bagian betis. Bisa juga pelebaran venanya pada bagian anus yang sering disebut ambeien, wasir, atau hemoroid.



This entry was posted on 1/02/2014 12:32:00 AM You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. or trackback from your own site.