BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Alat indera merupakan suatu alat tubuh yang mampu
menerima rangsangan tertentu. Fungsi utama indera adalah mengenal lingkungan
luar atau berbagai rangsangan dari lingkungan di luar tubuh kita.
Dengan memiliki indera, kita mampu mengenal lingkungan
dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Oleh karena itu
kita dapat melindungi tubuh kita terhadap
gangguan-gangguan dari luar tubuh. Jadi indera merupakan jendela bagi
tubuh untuk mengenal lingkungan luar.
Mata
adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk
gambar sehingga mampu dengan mengenali benda-benda yang ada di sekitarnya dengan
cepat.. Dengan
mata, kita dapat melihat pemandangan yang indah.
Telinga
adalah alat indra yang memiliki fungsi untuk mendengar suara yang ada di
sekitar kita sehingga kita dapat mengetahui/mengidentifikasi apa yang terjadi
di sekitar kita tanpa harus melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. Dengan telinga, kita dapat
mendengar suara yang merdu.
Hidung
adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu
dari aroma yang dihasilkan. Di dalam hidung kita terdapat banyak sel kemoreseptor
untuk mengenali bau. Dengan hidung, kita dapat mencium harumnya bunga.
Lidah
adalah alat indera yang berfungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari
benda-benda yang masuk ke dalam mulut kita. Lidah dapat merespon berbagai jenis
dan macam rasa. Dengan lidah, kita dapat merasakan makanan yang lezat.
Kulit
adalah alat indera kita yang mampu menerima rangsangan temperatur suhu,
sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Dengan kulit,
kita dapat meraba kain sutera yang halus. Alat-alat tubuh itu disebut alat
indera. Kelima jenis alat indera tersebut akan dibahas di makalah ini.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah
sistem indera penglihat (mata) pada manusia?
2.
Bagaimanakah
sistem indera pendengar (telinga) pada manusia?
3.
Bagaimanakah
sistem indera pembau (hidung) pada manusia?
4.
Bagaimanakah
sistem indera peraba (kulit) pada manusia?
5.
Bagaimanakah
sistem indera pengecap (lidah) pada manusia?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan
makalah ini sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
menjelaskan
bagaimana sistem indera penglihat (mata) pada manusia.
2.
Untuk
menjelaskan
bagaimana sistem indera pendengar (telinga) pada manusia.
3.
Untuk
menjelaskan
bagaimana sistem indera peraba (kulit) pada manusia.
4.
Untuk
menjelaskan
bagaimana sistem indera pengecap (lidah) pada manusia.
5.
Untuk
menjelaskan
bagaimana sistem indera pembau (hidung) pada manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
- Indera Penglihatan
A. Mata
Mata
adalah organ penglihatan yang menerima rangsangan berupa cahaya.
Bola mata terletak di dalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak.
Bola mata dapat bergerak dan diarahkan ke suatu
arah dengan bantuan tiga otot penggerak mata, yaitu:
a) Muskulus rektus okuli medial
(otot di sekitar mata) berfungsi menggerakkan bola mata.
b) Muskulus obliques okuli
inferior berfungsi
menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.
c) Muskulus obliques okuli
superior, berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.
Selain
itu, ada otot mata yang berfungsi menutup mata dan mengangkat kelopak
mata. Otot yang berfungsi untuk menutup mata yaitu muskulus orbikularis
okuli dan muskulus rektus okuli inferior. Sedangkan otot mata yang
berfungsi mengangkat kelopak mata, yaitu muskulus levator
palpebralis superior.
Mata juga dilindungi oleh:
a) Kelopak
mata, berupa kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau
sentuhan benda.
b) Bulu
mata, untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu menyilaukan.
c) Alis,
untuk melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan.
d) Air
mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata, untuk menjaga kelembaban mata dan
membersihkan mata dari debu dan bakteri.
e) Kelenjar
Meibom berfungsi menghasilkan lemak
sehingga mencegah kedua kelopak mata untuk saling mendekat.
B. Bagian-bagian Mata
Bola
mata tersusun oleh selaput mata yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu
sklera/selaput putih, koroid/selaput hitam, dan retina/selaput jala.
1) Selaput putih
Selaput
putih (sklera) adalah bagian luar dari bola mata yang tersusun dari zat
tanduk dan merupakan lapisan yang kuat, berwarna putih.
Fungsi
dari selaput ini adalah melindungi struktur mata yang sangat
halus dan membantu mempertahankan bentuk biji mata.
Sklera akan membentuk kornea. Kornea adalah lapisan bening dan transparan yang berfungsi
Sklera akan membentuk kornea. Kornea adalah lapisan bening dan transparan yang berfungsi
menerima
cahaya yang masuk ke mata. Kornea dilindungi oleh selaput tipis yang
disebut konjungtiva. Kornea selalu dibasahi oleh air mata.
2)
Selaput hitam
Selaput
hitam (koroid) merupakan lapisan tengah dari bola mata yang banyak
mengandung pembuluh darah. Fungsi dari selaput ini adalah memberi nutrisi
dan oksigen ke mata serta menyerap cahaya dan mengurangi cahaya yang
memantul di sekitar mata bagian dalam. Pada koroid terdapat
iris, pupil, lensa mata, titik dekat mata, dan titik jauh mata.
-
Iris adalah selaput mata yang merupakan
lanjutan dari selaput hitam bagian depan bola mata yang
telah melepaskan diri. Iris atau selaput pelangi memiliki pigmen atau
warna yang akan menentukan warna mata seseorang, yaitu warna mata biru,
hitam, cokelat, abu-abu, dan hijau.
-
Pupil
adalah celah yang berada di bagian tengah iris. Fungsinya untuk mengatur
intensitas cahaya yang masuk ke mata. Jika cahaya redup, otot-otot
iris berkontraksi sehingga celah pupil melebar dan cahaya yang masuk
ke mata lebih banyak. Sebaliknya jika cahaya terang celah pupil akan menyempit dan
cahaya yang masuk ke mata lebih sedikit atau tidak berlebihan.
-
Lensa mata
berada di belakang iris. Lensa mata memiliki daya akomodasi, yaitu
kemampuan untuk mencembung (menebal) dan mencekung (menipis).
Mencembung dan mencekungnya lensa mata ditentukan oleh jarak benda
yang dilihat. Jarak benda yag dapat dilihat oleh mata normal dengan jelas
disebut dengan titik dekat mata. Sedangkan jarak terjauh yang masih dapat
dilihat oleh mata normal dengan jelas disebut titik jauh mata. Jarak
titik jauh pada mata normal adalah tak terhingga.
3)
Selaput Jala
Selaput jala (retina) adalah lapisan paling
dalam pada mata yang peka terhadap cahaya. Retina ini memiliki sel-sel
saraf. Pada retina terdapat bintik kuning dan bintik buta.
Bintik kuning adalah bagian
retina yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat
perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk cerucut dan batang. Kita
bisa melihat apabila bayangan jatuh pada titik ini. Pada bintik
kuning terdapat sel kerucut dan sel batang. Fungsi dari sel kerucut dan
sel batang:
-
Sel
kerucut berfungsi untuk melihat di tempat yang terang. Sel ini memerlukan
protein iodopsin.
-
Sel
batang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap. Sel ini memerlukan
protein mata yang disebut rodopsin. Rodopsin dapat terbentuk
apabila terjadi penggabungan iodopsin dan vitamin A.
Jika kita berpindah dari tempat
terang ke tempat teduh, maka kita tidak dapat melihat dengan jelas
beberapa saat. Hal itu terjadi karena pada waktu di tempat
teduh diperlukan protein rodopsin yang merupakan penggabungan antara
iodopsin dan vitamin A. untuk pembentukan rodopsin tersebut diperlukan
waktu sehingga sebelum rodopsin terbentuk kita tidak bisa melihat
dengan jelas untuk beberapa saat di tempat teduh.
Bintik buta adalah bintik
pertemuan saraf-saraf atau tempat keluarnya saraf mata menuju otak. Bintik
buta tidak mengandung sel batang dan sel kerucut sehingga tidak dapat
menanggapi rangsangan cahaya.
C.
Proses
Melihat
Suatu benda dapat di lihat oleh
mata, bila benda tersebut memantulkan cahaya. Cahaya yang dipantulkan oleh
benda masuk ke mata melalui kornea dan diteruskan ke lensa melalui pupil. Oleh
lensa, cahaya tersebut dibiaskan dan difokuskan di retina sehingga membentuk
bayangan kecil dan terbalik pada retina. Tetapi oleh otak bayangan tersebut
diartikan seperti gambar yang kita lihat.
Proses mata melihat benda adalah sebagai berikut.
-
Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh mata, menembus kornea dan diteruskan
melalui pupil.
-
Intensitas
cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa
mata.
-
Daya akomodasi
pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh
tepat di bintik kuning.
-
Pada bintik
kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang,
kemudian disampaikan ke otak.
-
Cahaya yang
disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak
sehinga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.
Bayangan benda yang jatuh pada
bintik buta tidak akan terlihat.
D.
GANGGUAN
PADA MATA
1. Rabun dekat
Rabun dekat disebut hipermetropi.
Rabun dekat adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dan sambil tiduran akan mempercepat timbulnya cacat mata. Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung. Lensa cembung merupakan lensa positif
2.
Rabun jauh
Rabun jauh disebut miopi.
Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat
benda yang berjarak jauh. Rabun jauh disebut miopi.
Penyebab rabun jauh adalah ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran
normal sehingga bayangan benda jatuh di depan
retina. Rabun jauh dapat diatasi dengan
menggunakan kaca mata berlensa cekung.
Lensa cekung merupakan lensa negatif.
3.
Rabun jauh dan dekat
Rabun jauh dan dekat disebut juga presbiopi atau rabun tua.Kelainan mata
ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau
kira-kira berumur di atas 45 tahun. Penderita presbiopi
tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalau
dekat. Supaya penderita presbiopi dapat melihat
dengan jelas, maka dibutuhkan kaca mata rangkap,
yaitu kaca mata cembung dan cekung.
4.
Rabun senja
Rabun senja atau rabun ayam adalah ketidakmampuan mata untuk
melihat benda yang berada di tempat remang-remang dan di malam
hari. Gangguan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A, sehingga
sel batang tidak berfungsi karena protein rodopson
tidak terbentuk. Orang yang menderita rabun senja
harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
5.
Buta warna
Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan
warna. Penyakit ini bersifat menurun. Buta warna
ada dua macam, yaitu buta warna total dan buta
warna separuh. Buta warna total hanya mampu melihat warna hitam putih saja.
Sedangkan buta warna separuh tidak bias melihat
warna tertentu, yaitu merah, biru, dan hijau.
6.
Katarak
Katarak atau bular mata merupakan gangguan
penglihatan.
Penyebab katarak adalah lensa mata keruh sehingga
menghalangi masuknya cahaya pada retina. Penderita
ini umumnya berumur di atas 55 tahun. Kelainan
mata ini dapat diatasi dengan operasi mata.
7.
Juling
Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian
otot-otot mata. Jika penderitanya masih
anak-anak, maka dapat diperbaiki dengan jalan operasi.
8.
Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan mata yang
disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea tidak rata.
Penderita gangguan ini tidak mampu melihat garis
vertikal dan horisontal. Gangguan mata ini dapat diatasi
dengan menggunakan kaca mata yang berlensa silindris.
2.
Indera
Pendengaran (telinga)
A.
Telinga
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu
mendeteksi/mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan
posisi tubuh. Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air,
atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi
suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat.
Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga
dan otak (nervus vestibulokoklearis).
Telinga
luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari
telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan
menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
B. Bagian-bagian telinga
Ada
tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga
tengah, dan telinga dalam.
1) Telinga bagian luar
Telinga bagian luar terdiri atas:
a. Daun telinga berfungsi
untuk menampung getaran.
b. Saluran telinga luar/lubang
telinga berfungsi menyalurkan getaran.
c. Kelenjar minyak berfungsi menyaring udara yang masuk sebagai pembawa gelombang suara.
d. Membran timpani atau selaput
gendang berfungsi menerima dan memperbesar getaran suara.
2) Telinga bagian tengah
Telinga bagian tengah terletak di sebelah dalam membran
timpani. Fungsi dari telinga bagian tengah adalah untuk meneruskan getaran dari suara telinga bagian luar ke telinga bagian dalam. Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius dan tiga tulang pendengaran.
a. Saluran Eustachius, berfungsi untuk mengurangi tekanan udara di telinga tengah sehingga tekanan udara di luar dan di dalam akan sama. Keseimbangan tekanan ini akan menjaga gendang telinga supaya tidak rusak. Saluran ini akan tertutup dalam keadaan biasa, dan akan terbuka jika kita menelan sesuatu.
b. Tulang pendengaran, berfungsi untuk mengantarkan dan memperbesar getaran ke telinga bagian dalam. Tulang pendengaran ada tiga, yaitu tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Tulang-tulang ini menghubungkan gendang telinga
dan tingkap jorong.
3) Telinga bagian dalam
Telinga bagian dalam berfungsi mengantarkan getaran suara ke pusat pendengaran oleh urat saraf. Penyusun telinga bagian dalam adalah sebagai berikut.
a. Tingkap jorong, berfungsi menerima dan menyampaikan getaran.
b. Rumah siput, berfungsi menerima, memperbesar, dan menyampaikan getaran suara ke saraf pendengaran. Di dalam saluran rumah siput terdapat cairan limfa dan
terdapat ujung-ujung saraf pendengaran.
c. Tiga saluran setengah lingkaran, berfungsi sebagai alat untuk mengetahui posisi tubuh dan menjaga keseimbangan.
C.
Proses
mendengar
Suara yang kita dengar akan
ditangkap oleh daun telinga, kemudian sampai ke gendang telinga sehingga
membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini diteruskan oleh tiga tulang
pendengaran ke tingkap jorong dan diteruskan ke rumah siput. Di dalam rumah
siput, cairan limfa akan bergetar sehingga meransang ujung-ujung saraf
pendengaran dan menimbulkan impuls saraf yang ditujukan ke otak. Di dalam otak,
impuls tersebut akan diolah sehingga kita bisa mendengar dan mengenali suara
tersebut.
Proses telinga mendengar suara adalah sebagai berikut.
1. Gelombang bunyi diterima daun
telinga.
2. Gelombang bunyi disalurkan masuk
oleh liang telinga.
3. Gelombang bunyi menggetarkan
gendang telinga.
4. Getaran tersebut diteruskan oleh
tulang-tulang. pendengaran (osikel).
5. Getaran diteruskan ke tingkat
jorong dan menggetarkan cairan limfa di dalam kokhlea.
6. Getaran cairan limfa di dalam
kokhlea menggerakkan sel reseptor organ korti, yang menghasilkan impuls untuk
dihantarkan oleh saraf pendengar ke otak untuk diartikan.
7. Getaran cairan limfa juga
menggerakkan tingkap bulat bergerak keluar masuk untuk mengatur tekanan udara
di dalam agar seimbang dengan tekanan di luar.
Bunyi yang didengar manusia
adalah bila bunyi tersebut mempunyai frekuensi 20-20.000 getaran/detik (Hz).
D.
Alat keseimbangan
Selain sebagai indra
pendengaran, telinga juga sebagai indra keseimbangan. Fungsi keseimbangan ini
terdapat pada telinga dalam yang dilaksanakan oleh tiga saluran setengah
lingkaran utrikulus dan sakulus. Dengan adanya tiga organ tersebut maka telinga
bagian dalam dapat mendeteksi:
-
Posisi tubuh yang berhubungan dengan
gravitasi (keseimbangan statis) yang dilakukan oleh utrikulus dan sakulus.
-
Gerakan tubuh (keseimbangan dinamis)
yang dilakukan oleh tiga saluran setengah lingkaran.
Pada ujung setiap
saluran setengah lingkaran terdapat struktur yang disebut ampulla. Di dalamnya
terdapat reseptor menyerupai rambut yang berhubungan dengan serabut saraf otak.
Sel - sel yang menyerupai rambut tersebut menghadap ke bagian yang berbentuk
jeli. Dengan adanya gerakan tubuh (kepala), maka cairan yang ada di dalam
saluran setengah lingkaran bergerak dan merangsang sel reseptor seperti rambut
tersebut. Oleh sel reseptor gerakan tersebut diubah menjadi impuls dan
diteruskan ke otak dan otak memerintah otot menjaga keseimbangan tubuh.
Sedangkan di utrikulus dan sakulus terdapat batu kecil yang disebut otolith. Batu
tersebut merangsang dengan cara menekan sel reseptor serta bereaksi terhadap
gravitasi.
Otak akan dapat
menentukan posisi kepala dari
gerakannya.
E. Gangguan
pada telinga
Ada dua penyebab
gangguan telinga, yaitu gangguan penghantar bunyi dan gangguan saraf. Gangguan
telinga yang disebabkan oleh gangguan saraf dan gangguan penghantar bunyi bisa
diatasi menggunakan alat pendengaran buatan. Alat ini mampu memperbesar
gelombang suara sebelum suara masuk ke telinga. Ada bermacam gangguan telinga,
yaitu:
1.
Tuli
-
Tuli konduktif, terjadi karena gangguan
transmisi suara ke dalam koklea misalnya kotoran yang menumpuk, nanah yang
memenuhi telinga tengah pada peradangan menimbulkan kerusakan pada tulang-
tulang pendengaran.
-
Tuli saraf, bila terjadi kerusakan
koklea atau saraf pendengaran.
2.
Ganguan telinga disebabkan oleh luka
pada telinga bagian luar yang telah terinfeksi sehingga mengeluarkan nanah.
Gangguan ini dapat bersifat permanen jika terjadi infeksi yang sangat parah.
Penderita ini harus segera memeriksakan telinganya pada dokter supaya bisa
cepat disembuhkan.
3.
Penumpukan kotoran sehingga menghalangi
getaran suara untuk sampai ke gendang telinga. Oleh karena itu, kita harus
membersihkan telinga dari kotoran dengan kapas minimal satu kali dalam
seminggu.
4.
Kerusakan gendang telinga, misalnya
gendang telinga pecah. Pecahnya gendang telinga bisa disebabkan oleh dua
hal, yaitu kapasitas suara yang didengar terlalu kuat dan terkena suatu benda
yang tajam, misalnya membersihkan telinga dengan peniti atau lidi sehingga
menyentuh gendang telinga dan menyebabkan gendang telinga menjadi sobek.
Gendang telinga sangat tipis sekali.
5.
Otosklerosis, adalah kelainan pada
tulang sanggurdi yang ditandai dengan gejala tinitus (dering pada telinga)
ketika masih kecil.
6.
Presbikusis, adalah perusakan pada sel
saraf telinga yang terjadi pada usia manula.
7.
Rusaknya reseptor pendengaran pada
telinga bagian dalam akibat dari mendengarkan suara yang amat keras.
A. Hidung
Hidung manusia
merupakan organ tempat beradanya reseptor pembau (khemoreseptor). Maka dengan
organ ini kita dapat mengetahui berbagai macam bau. Bahkan hanya dengan mambau
saja kita dapat mengetahui nama benda tanpa harus melihatnya. Sel - sel
reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan zat kimia berupa uap terletak
di rongga hidung bagian atas. Daerah ini memiliki ukuran sekitar 250 mm2.
Sel - sel reseptor ini mempunyai rambut - rambut halus (silia) di ujungnya dan
diliputi selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembap. Dari sel - sel
reseptor ini rangsang dibawa oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak.
B. Bagian-bagian
hidung
Hidung
manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di sebut dengan
nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari tulang
yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang
mensekresi lendir lengket.
1.
Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk
mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini
di hubungkan dengan bagian belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh
langit-langit mulut kita yang di sebut dengan palate. Di rongga hidung bagian atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung- ujung saraf pembau. Ujung-ujung saraf pembau ini
timbul bersama dengan
rambut-rambut halus pada selaput lendir yang berada di
dalam rongga
hidung bagian atas. dapat membau dengan baik.
2.
Mucous membrane, berfungsi
menghangatkan udara dan melembabkannya. Bagian ini membuat mucus (lendir atau
ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bakteri, dan partikel-partikel kecil
lainnya yang dapat merusak paru-paru.
C. Proses
penciuman
Di dalam rongga hidung terdapat
selaput lendir yang mengandung sel- sel pembau. Pada sel-sel pembau terdapat
ujung-ujung saraf pembau atau saraf kranial (nervus alfaktorius), yang
selanjutnya akan bergabung membentuk serabut-serabut saraf pembau untuk
menjalin dengan serabut-serabut otak (bulbus olfaktorius). Zat-zat kimia
tertentu berupa gas atau uap masuk bersama udara inspirasi mencapai reseptor
pembau. Zat ini dapat larut dalam lendir hidung, sehingga terjadi pengikatan
zat dengan protein membran pada dendrit. Kemudian timbul impuls yang menjalar
ke akson-akson. Beribu-ribu akson bergabung menjadi suatu bundel yang disebut
saraf I otak (olfaktori). Saraf otak ke I ini menembus lamina cribosa tulang
ethmoid masuk ke rongga hidung kemudian bersinaps dengan neuron-neuron tractus
olfactorius dan impuls dijalarkan ke daerah pembau primer pada korteks otak
untuk diinterpretasikan.
Kita dapat membau suatu
zat karena zat yang berupa uap tersebut masuk ke rongga hidung sewaktu kita
menarik napas. Zat tersebut akan dilarutkan pada selaput lendir dan merangsang
sel - sel reseptor, kemudian dibawa oleh saraf pembau ke otak sehingga kita
dapat mengetahui bau tersebut.
D. Gangguan
pada hidung
Indera pembau pada
hidung dapat mengalami kelainan. Kelainan- kelainan itu antara lain sebagai
berikut.
1.
Anosmia, ialah tidak dapat mencium bau.
Dapat disebabkan oleh penyumbatan rongga hidung karena polip atau tumor, atau
reseptor pembau rusak karena infeksi virus.
2.
Influenza, karena virus flu yang
menyebabkan tersumbatnya rongga hidung sehingga menyebabkan kemampuan membaui
dan mengecap berkurang.
4.
Indera Peraba (kulit)
A. Kulit
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan,
panas, dingin, sakit, dan tekanan. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok
masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis
yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung
reseptornya terletak di dekat epidermis. Kulit berfungsi sebagai alat pelindung
bagian dalam, misalnya otot dan tulang.
B. Bagian-bagian
kulit

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis
dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada lapisan epidermis tidak terdapat
pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel yaitu:
-
Stratum germinativum berfungsi
membentuk lapisan di sebelah atasnya.
-
Stratum granulosum yang
berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain
itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin
menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
-
Stratum lusidum merupakan
lapisan yang transparan.
-
Stratum korneum merupakan
lapisan yang paling luar.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan
penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna
kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah
dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan
dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga
berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot
penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan
rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi
sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
C.
Cara Kerja Kulit
Rangsang yang dapat diterima kulit
berupa sentuhan panas, dingin, tekanan, dan nyeri. Ketika kulit
menerima rangsang, rangsang tersebut diterima oleh sel-sel reseptor.
Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak melalui urat saraf. Oleh
otak, rangsang akan diolah. Akibatnya, kita merasakan adanya suatu rangsang. Otak pun memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang
tersebut.
D.
Gangguan pada kulit
Kulit merupakan bagian tubuh terluar
sehingga selalu berhubungan dengan lingkungan sekitar. Oleh karena
itu, kulit mudah terluka serta terserang jamur dan bibit penyakit
lainnya. Beberapa penyakit kulit yang sering kita temui yaitu:
1.
Jerawat.
Jerawat mudah menyerang kulit wajah,
leher, punggung, dan dada. Penyakit ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon dan
kulit yang kotor. Anak-anak yang memasuki masa remaja serta orang-orang
yang memiiki jenis kulit berminyak sangat rentan terhadap jerawat.
2.
Panu
Panu disebabkan oleh jamur yang
menempel di kulit. Panu tampak sebagai bercak atau bulatan putih di
kulit dan disertai rasa gatal. Panu timbul karena penderita tidak menjaga
kebersihan kulit.
3.
Kadas.
Kadas nampak di kulit sebagai bulatan
putih bersisik. Pada setiap bulatan terdapat garis tepi yang jelas dengan
kulit yang tidak terkena. Kadas juga menyebabkan rasa gatal. Penyakit ini
disebabkan oleh jamur.
4.
Skabies.
Skabies
disebut pula “seven-year itch”. Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit
insekta yang sangat kecil (Sarvoptes scabies) dan dapat menular pada orang
lain.
5.
Eksim.
Eksim
merupakan penyakit kulit yang akut atau kronis. Penyakit tersebut menyebabkan
kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal-gatal, dan bersisik.
6.
Biang keringat.
Biang
keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati
yang tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut
menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu,
dan kosmetik juga dapat menyebabkan biang keringat.
5.
Indera Pengecap (lidah)
A. Lidah
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian
lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai
indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas
pengecap. Menggunakan lidah, kita dapat membedakan bermacam-macam rasa.
Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.
Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila).
Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk
benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas
pengecap terdapat pada parit-parit papila bentuk dataran, di bagian samping
dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.
Tunas
pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari
dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai
reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
Lidah
memiliki kelenjar ludah, yang menghasilkan air ludah dan enzim amilase
(ptialin). Enzim ini berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula.
Letak
kelenjar ludah yaitu: kelenjar ludah atas terdapat di belakang telinga, dan
kelenjar ludah bawah terdapat di bagian bawah lidah.
B. Bagian-bagian lidah

Bagian-bagian
lidah:
1.
Bagian
depan lidah, fungsinya untuk mengecap rasa manis.
2.
Bagian
pinggir lidah, fungsinya untuk mengecap rasa asin dan asam.
3.
Bagian
belakang/pangkal, fungsinya untuk mengecap rasa pahit.
Makanan atau minuman yang telah berupa larutan di dalam
mulut akan merangsang ujung-ujung
saraf pengecap. Oleh saraf pengecap, rangsangan rasa ini diteruskan ke pusat saraf
pengecap di otak. Selanjutnya, otak menanggapi rangsang tersebut sehingga kita
dapat merasakan rasa suatu jenis
makanan
atau minuman.
D.
Gangguan pada lidah
Gangguan pada lidah bisa disebabkan oleh makan atau minum
sesuatu yang bersuhu terlalu tinggi dan terlalu rendah sehingga lidah mati
rasa. Gangguan ini hanya bersifat sementara. Ganguan yang bersifat permanent misalnya
terjadi pada orang yang mengalami trauma pada bagian tertentu otak. Pada lidah
juga sering terjadi iritasi karena luka atau kekurangan vitamin C.
BAB
III
PENUTUP
- Kesimpulan
Alat indera merupakan suatu alat tubuh yang mampu
menerima rangsangan tertentu. Fungsi utama indera adalah mengenal lingkungan
luar atau berbagai rangsangan dari lingkungan di luar tubuh kita.
Dengan memiliki indera, kita mampu mengenal lingkungan
dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Oleh karena itu
kita dapat melindungi tubuh kita terhadap
gangguan-gangguan dari luar tubuh. Jadi indera merupakan jendela bagi
tubuh untuk mengenal lingkungan luar.
Indera-indera
tersebut adalah :
1.
Indera
penglihatan (mata)
2.
Indera
pendengaran (telinga)
3.
Indera
pencium (hidung
4.
Indera
peraba (kulit)
5.
Indera
pengecap (lidah)
Mata adalah
organ penglihatan yang menerima rangsangan berupa cahaya. Bola mata
terletak di dalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak.
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu
mendeteksi/mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan
posisi tubuh. Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air,
atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang.
Hidung manusia merupakan
organ tempat beradanya reseptor pembau (khemoreseptor). Maka dengan organ ini
kita dapat mengetahui berbagai
macam bau. Bahkan hanya
dengan mambau saja kita dapat mengetahui nama benda tanpa harus melihatnya.
Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan,
panas, dingin, sakit, dan tekanan.
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian
lantai mulut yang dapat membantu
pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera
pengecap yang banyak memiliki struktur tunas
pengecap. Menggunakan lidah, kita dapat membedakan bermacam-macam rasa.
Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.
- Saran
Pada sistem indera ditemukan berbagai macam gangguan dan kelainan, baik
karena bawaan maupun karena faktor luar, seperti virus atau kesalahan
mengkonsumsi makanan. Untuk itu
jagalah kesehatan agar selalu dapat beraktivitas dengan baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Kurniawati, Wahyu.
2008. Bahan Ajar IPA 1. Yogyakarta : Universitas PGRI Yogyakarta.
Mikrajuddin, dkk.
2007. IPA Terpadu Jilid 3A. Jakarta: Erlangga












