Tampilkan postingan dengan label FSLDK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FSLDK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 September 2013

BELAJAR ADALAH KEBUTUHANKU



A.     Perhatian Islam Terhadap IlmuManusia tidak akan pernah menemukan agama yang sangat memperhatikan keilmuan dengan sempurna selain Islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut, mempelajari, mengamalkan, dan sekaligus mengajarkan ilmu. Islam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dun etikanya serta menegur orang yang tidak memperdulikannya. Islam juga sangat menghormati dan menghargai Ahlul ‘Ilmi dan menganjurkan umatnya untuk dekat dengan mereka.Dalam kamus yang memuat kosa kata Al-Qur’an, dinyatakan bahwa kata ‘ilm (ilmu) disebutkan sebanyak 80 kali, dan kata-kata yang terbentuk dari kata-kata tersebut (seperti a’lamu, ya’lamuna dst.) disebutkan beratus-ratus kali. Selain itu jika kita teliti buku-buku hadist An-Nabawi akan kita temukan di dalamnya judul-judul dan masalah-masalah tentang ilmu. Ajaran yang menjadikan mereka lebih memahami kebenaran dan kebatilan. Mereka dapat mengetahui hakikat kehidupan yang sebenarnya.B.     Aspek-Aspek Ilmu
Ilmu dalam pandangan Islam mencakup beberapa aspek kehidupan termasuk aspek-aspek ilmu dalam pengertian barat sekarang.1.    Aspek wahyu IlahiIlmu yang datangnya melalui wahyu Allah SWT. Ilmu ini mencakup hakikat alamiah manusia dan menjawab setiap pertanyaan abadi yang tak pernah hilang pada diri manusia, yaitu: dari mana, ke mana dan mengapa? Dengan adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut manusia akan mengetahui asalnya, arah perjalanan yang harus ditempuh dan tujuan hidupnya. Ia akan mengetahui dirinya  dan Tuhannya serta akan tenang menuju tujuan hidupnya. Aspek inilah yang pertama kali disebut ’ilmu’ bahkan disebut ilmu yang paling tinggi oleh Imam Ibnu Abdil Barr.2.    Aspek Humaniora (Manusia) dan  kajian-kajian yang berkaitan dengannya
Ilmu yang membahas tentang segi-segi kehidupan manusia yang berhubungan dengan tempat tinggal dan waktu. Ilmu ini mengkaji manusia sebagai individu ataupun anggota masyarakat dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya.3.    Aspek materialYaitu ilmu-ilmu yang mengkaji berbagai materi yang bertebaran di seluruh jagat raya ini, baik di udara, darat, maupun di dalam bumi seperti fisika, kima, biologi, astronomi, dsb.Pengertian Islam tentang ilmu tidak terbatas pada aspek terakhir yang menganggap materi sebagai obyek seperti yang dipahami oleh dunia barat pada ummnya sekarang. Selain itu Islam menganggap aspek material akan melahirkan keimanan bagi yang mendalaminya (QS. Ali Imran:190-191)C.     Keutamaan Ilmu dan Orang-orang yang Berilmu
Al Qur’an adalah kitab yang terbesar yang mengangkat derajat ulul 'ilmi dan orang-orang yang berilmu, memuji kedudukan orang-orang yang diberi ilmu. Sebagaimana Allah menjelaskan bahwa Ia menurunkan kitab-Nya dan merinci ayat-ayat-Nya bagi orang-orang yang mengetahui.Dalam Al Qur’an surat Ali ‘imran:18 Allah memulai pernyataan dari diri-Nya, memuji para Malaikat-Nya dan orang yang diberi ilmu. Allah meminta kesaksian mereka atas permasalahan kehidupan yang paling besar, yaitu masalah keesaan.Allah SWT dalam Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang berilmu:1.      Peniadaan persamaan antara orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui.(QS. Al Az Zumar:9)
2.      Kebodohan sejajar dengan buta, ilmu sejajar dengan melihat, hingga bodoh adalah kematian dan ilmu adalah kahidupan.(QS. Al Fathir: 19-22)
3.      Ulama (orang yang mengetahui tentang kebesaran dan kekuasaa Allah) kian berilmu kian takut kepada Allah. (QS. Al Fathir:28)
D.    Pengaruh ilmu terhadap Iman dan Tingkah Laku
1.      Ilmu memberi petunjuk kepada imanIlmu dan iman berjalan beriringan dalam Islam (QS. Al Mujadilah:11), bahkan Al-qur’an menyertakan iman kepada ilmu seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman sebelum ada ilmu (QS. Al Hajj:54; Saba’:6)2.       Ilmu adalah penuntun amal
Ilmulah yang menuntun, menunjuki, dan membimbing seseorang kepada amal (QS. Muhammad:19). Ayat ini dimulai ilmu tentang tauhid lalu disusul dengan permohonan ampun yang merupakan amal. Ilmu juga merupakan timbangan/penentu daldam penerimaan atau penolakan amal. Amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, sedangkan amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak (QS. An Maidah:27). Maksud ayat ini adalah Allah hanya menerima amal seseorang yang bertakwa kepadaNya. Jadi amal tersebut harus dilakukan karena keridhoanNya dan sesuai dengan perintaNya. Hal ini hanya bisa dicapai dengan ilmu.Untuk dapat berakhlak baikpun salah satunya harus dicapai dengan ilmu. Imam Ghazali berkata: "Muqadimah agama dan berahlak dengan akhlak para nabi tercapai jika diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi, yaitu: ilmu, perilaku dan amal" (ilmu mewariskan perilaku, perilaku mendorong amal).Kelebihan ilmu dari ibadahDalam hadits Huzaifah dan Sa'ad, Rosulullah SAW bersabda : “kelebihan ilmu lebih kusukai dari pada kelebihan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah al-wara’. Ilmu dilebihkan atas ibadah sebab manfaat ilmu tidak terbatas pada pemiliknya melainkan juga untuk orang lain. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam al-Miftah menyebutkan diantara “Ilmu menunjukkan kepada pemiliknya amal-amal yang utama di sisi Allah”
E.      Perintah Mencari IlmuAllah menciptakan manusia dalam keadaan vukum duri ilmu. Lalu Ia memberinya perangkat ilmu guna menggali ilmu dan belajar. Banyak hadits-hadits yang menerangkan keutamaan menuntut ilmu:“Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR Muslim). Termasuk di dalamnya menghafal, menelaah, mengkaji, berjalan menuju majelis ilmu dan mendatangi ahli ilmu. Dalam hadits lain: “Sesungguhnya para malaikat meruhdukkan sayap-sayapnya kepada orang yang mecari ilmu kareana ridha terhadap apa yang diperbuatnya.
Beberapa adab penting dalam mencari ilmu (hikmah kisah nabi Musa as dalam menuntut ilmu kepada Nabi Khidzir dalam surat Al- Kahfi)1.      Semangat dalam mencari ilmu walaupun harus menghadapi kesulitan dan tantangan.
2.      Bersikap baik terhadapr guru, memuliakan dan menghormatinya (Al Kahfi:66).
3.      Sabar  terhadap guru (QS. Al Kahfi:67-70).
4.      Tidak pernah kenyang mencari ilmu (QS. Thahaa:114).
Diniatkan karena Allah. Artinya harus dianggap sebagai ibadah dan jihad fisabilillah. “Janganlah kalian mempelajari ilmu agar kalian bisa saling membanggakan di kalangan orang berilmu sedang kalian tidak memperdulikan orang-orang yang bodoh  dan tidak membagus-baguskan majelis ilmu itu. Barang siapa berbuat demikian, maka nerakalah baginya.”
Hak-hak ilmu atas Pemiliknya1.      Mengerti dan memahami
2.      Beramal berdasarkan ilmu yang dimiliki
3.      Mengajarkan ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain
4.      Wajib menjelaskan dan haram untuk menutup-nutupinya
5.      Berhenti sebatas kadar ilmu yang dimiliki
REFERENSITanbihul Ghofilin, Abullaits As-Samarqandi
Pembersih Jiwa, Al-Ghazali
Kepada Murid-muridku, Al-Ghazali
Ta'limul Muta'alim, Syaikh Az-Zarnuzy
Menghidupkan Nuansa Rabbaniah dan Ilmiah, Dr. Yusuf Qardhawi
Rosulullah dan Ilmu Eksperimen, Dr. Yusuf Qardhawi
Tampilkan postingan dengan label FSLDK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FSLDK. Tampilkan semua postingan

BELAJAR ADALAH KEBUTUHANKU

Minggu, 08 September 2013 - -



A.     Perhatian Islam Terhadap IlmuManusia tidak akan pernah menemukan agama yang sangat memperhatikan keilmuan dengan sempurna selain Islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut, mempelajari, mengamalkan, dan sekaligus mengajarkan ilmu. Islam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dun etikanya serta menegur orang yang tidak memperdulikannya. Islam juga sangat menghormati dan menghargai Ahlul ‘Ilmi dan menganjurkan umatnya untuk dekat dengan mereka.Dalam kamus yang memuat kosa kata Al-Qur’an, dinyatakan bahwa kata ‘ilm (ilmu) disebutkan sebanyak 80 kali, dan kata-kata yang terbentuk dari kata-kata tersebut (seperti a’lamu, ya’lamuna dst.) disebutkan beratus-ratus kali. Selain itu jika kita teliti buku-buku hadist An-Nabawi akan kita temukan di dalamnya judul-judul dan masalah-masalah tentang ilmu. Ajaran yang menjadikan mereka lebih memahami kebenaran dan kebatilan. Mereka dapat mengetahui hakikat kehidupan yang sebenarnya.B.     Aspek-Aspek Ilmu
Ilmu dalam pandangan Islam mencakup beberapa aspek kehidupan termasuk aspek-aspek ilmu dalam pengertian barat sekarang.1.    Aspek wahyu IlahiIlmu yang datangnya melalui wahyu Allah SWT. Ilmu ini mencakup hakikat alamiah manusia dan menjawab setiap pertanyaan abadi yang tak pernah hilang pada diri manusia, yaitu: dari mana, ke mana dan mengapa? Dengan adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut manusia akan mengetahui asalnya, arah perjalanan yang harus ditempuh dan tujuan hidupnya. Ia akan mengetahui dirinya  dan Tuhannya serta akan tenang menuju tujuan hidupnya. Aspek inilah yang pertama kali disebut ’ilmu’ bahkan disebut ilmu yang paling tinggi oleh Imam Ibnu Abdil Barr.2.    Aspek Humaniora (Manusia) dan  kajian-kajian yang berkaitan dengannya
Ilmu yang membahas tentang segi-segi kehidupan manusia yang berhubungan dengan tempat tinggal dan waktu. Ilmu ini mengkaji manusia sebagai individu ataupun anggota masyarakat dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya.3.    Aspek materialYaitu ilmu-ilmu yang mengkaji berbagai materi yang bertebaran di seluruh jagat raya ini, baik di udara, darat, maupun di dalam bumi seperti fisika, kima, biologi, astronomi, dsb.Pengertian Islam tentang ilmu tidak terbatas pada aspek terakhir yang menganggap materi sebagai obyek seperti yang dipahami oleh dunia barat pada ummnya sekarang. Selain itu Islam menganggap aspek material akan melahirkan keimanan bagi yang mendalaminya (QS. Ali Imran:190-191)C.     Keutamaan Ilmu dan Orang-orang yang Berilmu
Al Qur’an adalah kitab yang terbesar yang mengangkat derajat ulul 'ilmi dan orang-orang yang berilmu, memuji kedudukan orang-orang yang diberi ilmu. Sebagaimana Allah menjelaskan bahwa Ia menurunkan kitab-Nya dan merinci ayat-ayat-Nya bagi orang-orang yang mengetahui.Dalam Al Qur’an surat Ali ‘imran:18 Allah memulai pernyataan dari diri-Nya, memuji para Malaikat-Nya dan orang yang diberi ilmu. Allah meminta kesaksian mereka atas permasalahan kehidupan yang paling besar, yaitu masalah keesaan.Allah SWT dalam Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang berilmu:1.      Peniadaan persamaan antara orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui.(QS. Al Az Zumar:9)
2.      Kebodohan sejajar dengan buta, ilmu sejajar dengan melihat, hingga bodoh adalah kematian dan ilmu adalah kahidupan.(QS. Al Fathir: 19-22)
3.      Ulama (orang yang mengetahui tentang kebesaran dan kekuasaa Allah) kian berilmu kian takut kepada Allah. (QS. Al Fathir:28)
D.    Pengaruh ilmu terhadap Iman dan Tingkah Laku
1.      Ilmu memberi petunjuk kepada imanIlmu dan iman berjalan beriringan dalam Islam (QS. Al Mujadilah:11), bahkan Al-qur’an menyertakan iman kepada ilmu seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman sebelum ada ilmu (QS. Al Hajj:54; Saba’:6)2.       Ilmu adalah penuntun amal
Ilmulah yang menuntun, menunjuki, dan membimbing seseorang kepada amal (QS. Muhammad:19). Ayat ini dimulai ilmu tentang tauhid lalu disusul dengan permohonan ampun yang merupakan amal. Ilmu juga merupakan timbangan/penentu daldam penerimaan atau penolakan amal. Amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, sedangkan amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak (QS. An Maidah:27). Maksud ayat ini adalah Allah hanya menerima amal seseorang yang bertakwa kepadaNya. Jadi amal tersebut harus dilakukan karena keridhoanNya dan sesuai dengan perintaNya. Hal ini hanya bisa dicapai dengan ilmu.Untuk dapat berakhlak baikpun salah satunya harus dicapai dengan ilmu. Imam Ghazali berkata: "Muqadimah agama dan berahlak dengan akhlak para nabi tercapai jika diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi, yaitu: ilmu, perilaku dan amal" (ilmu mewariskan perilaku, perilaku mendorong amal).Kelebihan ilmu dari ibadahDalam hadits Huzaifah dan Sa'ad, Rosulullah SAW bersabda : “kelebihan ilmu lebih kusukai dari pada kelebihan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah al-wara’. Ilmu dilebihkan atas ibadah sebab manfaat ilmu tidak terbatas pada pemiliknya melainkan juga untuk orang lain. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam al-Miftah menyebutkan diantara “Ilmu menunjukkan kepada pemiliknya amal-amal yang utama di sisi Allah”
E.      Perintah Mencari IlmuAllah menciptakan manusia dalam keadaan vukum duri ilmu. Lalu Ia memberinya perangkat ilmu guna menggali ilmu dan belajar. Banyak hadits-hadits yang menerangkan keutamaan menuntut ilmu:“Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR Muslim). Termasuk di dalamnya menghafal, menelaah, mengkaji, berjalan menuju majelis ilmu dan mendatangi ahli ilmu. Dalam hadits lain: “Sesungguhnya para malaikat meruhdukkan sayap-sayapnya kepada orang yang mecari ilmu kareana ridha terhadap apa yang diperbuatnya.
Beberapa adab penting dalam mencari ilmu (hikmah kisah nabi Musa as dalam menuntut ilmu kepada Nabi Khidzir dalam surat Al- Kahfi)1.      Semangat dalam mencari ilmu walaupun harus menghadapi kesulitan dan tantangan.
2.      Bersikap baik terhadapr guru, memuliakan dan menghormatinya (Al Kahfi:66).
3.      Sabar  terhadap guru (QS. Al Kahfi:67-70).
4.      Tidak pernah kenyang mencari ilmu (QS. Thahaa:114).
Diniatkan karena Allah. Artinya harus dianggap sebagai ibadah dan jihad fisabilillah. “Janganlah kalian mempelajari ilmu agar kalian bisa saling membanggakan di kalangan orang berilmu sedang kalian tidak memperdulikan orang-orang yang bodoh  dan tidak membagus-baguskan majelis ilmu itu. Barang siapa berbuat demikian, maka nerakalah baginya.”
Hak-hak ilmu atas Pemiliknya1.      Mengerti dan memahami
2.      Beramal berdasarkan ilmu yang dimiliki
3.      Mengajarkan ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain
4.      Wajib menjelaskan dan haram untuk menutup-nutupinya
5.      Berhenti sebatas kadar ilmu yang dimiliki
REFERENSITanbihul Ghofilin, Abullaits As-Samarqandi
Pembersih Jiwa, Al-Ghazali
Kepada Murid-muridku, Al-Ghazali
Ta'limul Muta'alim, Syaikh Az-Zarnuzy
Menghidupkan Nuansa Rabbaniah dan Ilmiah, Dr. Yusuf Qardhawi
Rosulullah dan Ilmu Eksperimen, Dr. Yusuf Qardhawi