Kamis, 02 Januari 2014

Sistem Gerak pada Manusia


Manusia termasuk makhluk hidup dimana salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak, untuk dapat bergerak manusia memerlukan suatu sistem gerak. Sistem gerak pada manusia merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot. Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif. Tulang merupakan alat gerak pasif karena hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Fungsi persendian adalah sebagai penghubung antar tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif. Otot dapat menggerakkan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan. Berikut ini akan dijelaskan jelaskan satu persatu yaitu rangka (tulang), otot dan sendi.
A.  Rangka (Tulang)
Rangka pada masnusia merupakan alat gerak pasif karena rangka hanya akan bergerak jika digerakkan oleh otot. Rangka pada manusia memiliki funsi sebagai Sebagai penegak tubuh, pembentuk tubuh, tempat melekatnya otot (otot rangka), pelindung bagian tubuh yang penting, tempat pembentukkan sel darah merah, dan sebagai alat gerak pasif.
Rangka tubuh manusia tersusun atas jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan dan jaringan iket sendi (ligamen). Tulang merupakan jaringan hidup yang dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusun tulang terdiri atas sel sel tulang, zat kapur (kalsium), fosfor dan zat perekat (collagen). Pada tulang keras terdapat lebih banyak zat kapur daripada tulang rawan sehingga pada tulang keras bersifat keras dan pada tulang rawan bersifat lentur.
Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu Bagian Kepala, Bagian Badan, Bagian Anggota Gerak.
1.      Bagian Kepala
Pada bagian kepala terdapat tulang tengkorak (cranial) yang berfungsi untuk melindungi otak dan tulang wajah (fasiali) yang berfungsi memberikan bentuk muka. Tulang bagian kepala tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Tulang bagian kepala terdiri dari :
1 tulang dahi                           2 tulang tapis
2 tulang hidung                       2 tulang ubun-ubun
2 tulang pipi                            2 tulang langit-langit
2 tulang baji                            2 tulang pelipis
2 tulang air mata                     2 tulang rahang atas
1 tulang lidah                          1 tulang tengkorak
 2 tulang rahang bawah



2.      Bagian Badan
Pada bagian badan rangka berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Organ dalam yang dimasud yaitu organ yang tertletak didalam rongga tubuh manusia misalnya paru paru dan jantung yang terletak didalam rongga dada. Pada bagian badan dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu:



a.       Ruas ruas tulang belakang yang berjumlah 33 ruas
















b.      Tulang rusuk ada 12 pasang yang terdiri dari 7 pasang tulang rusuk sejati , 3 pasang tulang rusuk palsu dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
c.       Tulang dada, tulang ini berbentuk pipih dengan panjang 1-20 cm, dan pada bagian bawah mengecil. Tulang dada berhubungan dengan tulang rusuk dan tulang selangka. Tulang dada terdiri dari tulang tulang hulu (atas), tulang badan (tengah) dan tulang pedang pedangan.
d.      Tulang Gelang Bahu, Tulang gelang bahu terdiri dari dua tulang selangka atau clavicula yang berbentuk hruf S (kanan dan kiri), dan dua tulang belikat atau scapula yang berbentuk pipih.
e.       Tulang Gelang Panggul, terdiri dari dua buah tulang usus, dua buah tulang duduk dan dua buah tulang kemaluan.
3.      Bagian Anggota Gerak
Rangka anggota gerak dibedakan menjadi dua yaitu rangka anggota gerak bagian atas dan rangka anggota gerak bagian bawah, tulang anggota gerak ini berbentuk pipa dan tulang pendek yang dihubungkan oleh sendi.
a.       Rangka anggota gerak bagian atas
Rangka anggota gerak bagian atas terdiri dari dua buah tulang lengan atas, dua buah tulang hasta, dua buah tulang pengumpil, enam belas buah tulang pergelangan tangan, sepuluh buah tulang telapak tangan, dan dua puluh delapan buah tulang jari tangan.




b.      Rangka anggota gerak bagian bawah
Rangka anggota gerak bagian atas terdiri dari dua buah tulang paha, dua buah tulang betis, dua buah tulang kering, dua buah tempurung lutut, empat belas buah tulang pergelangan kaki, dan sepuluh buah tulang telapak tangan.
                      






B.     Jenis jenis Tulang pada Manusia
1.      Tulang Rawan
Dinamakan Tulang rawan karena bahan penyusun tulang ini berupa sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, seningga bersifat lentur. Tulang rawan ini banyak ditemukan pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak ditemukan pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. bila anak-anak mengalami patah tulang akan cepat menyambung kembali, hal tersebut dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
2.      Tulang Keras
Tulang ini tersusun oleh sel pembentuk tulang (osteoblas) ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, sehingga bersifat keras. Zat kapur pada tulang keras ditemukan dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 ) dan kalsium fosfat ( Ca( PO4 )2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Tulang keras didalamnya memiliki saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.Contoh tulang keras antar lain tulang pada paha, tulang lengan, tulang betis dan tulang selangka.

C.    Bentuk Tulang
Berdasarkan morfologinya tulang terbagi 3 macam bentuk, yaitu:
1.      Tulang pipa
Berbentuk seperti pipa, bulat, panjang dan tengahnya berongga
Contohnya tulang paha, tulang lengan atas dan tulang jari tangan.
Tulang pipa ini berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah
2.      Tulang pipih
Sesuai namanya tulanh ini berBentuk pipih ( gepeng ), dan berisi sumsum merah
Contohnya:  tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih



3.      Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk pendek dan bulat, tulang ini terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan, dan tulang pergelangan kaki.
Tulang pendek Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.



D.    Persambungan Antar Tulang
Persambungan antar tulang ini disebut juga persendian atau banyak orang menyebutnya dengan sendi atau artikulasi. Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling bersambungan. Pada sistem gerak manusia, persambungan antar tulang atau sendi mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Berdasarkan sifat gerakannya persambungan antar tulang (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Sendi Mati
Sesuai namanya persambungan antar tulang ini tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan, misalnya persambungan antar tulang tengkorak.
2. Sendi Kaku
Pada persambungan ini masih memungkinkan terjadinya gerakan karena persambungan ini terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya pada persambungan antara ruas- ruas tulang.

3. Sendi Gerak
yaitu persambungan yang terdapat pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.
Sendi gerak dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:




a). Sendi Engsel
yaitu persambungan natar tulang yang dapat digerakan kesatu arah.
Contohnya persambungan antara tulang paha dengan tulang betis dan persambungan antara tulang lengan dengan tulang hasta



b). Sendi Putar
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan secara berputar.
Contohnya persambungan antara tulang leher dengan tulang atlas dan persambungan antara tulang hasta dengan tulang pengumpil




c). Sendi Peluru
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan kesegala arah
Contohnya persambungan antara gelang bahu dengan tulang lengan atas dan persambungan antara gelang panggul dengan tulang paha.

d). Sendi Pelana
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya persambungan pada ibu jari tangan, persambungan antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan

E.     Otot
Dalam tubuh manusia terdapat labih dari 600 otot, dalam siste, gerak pada manusia otot berbeda dengan tulang. Otot merupakan alat gerak aktif dimana otot dapat menggerakkan tulang yang berfungsi debagai alat gerak pasif. Tulang pada rangka tubuh manusia dapat bergerak karena adanya otot. Otot merupakan jaringan, sel sel otot bergabung menjadi serabut otot  dan kumpulan kumpulan serabut akan membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot sangat beragam ada yang berbentuk panjang, pendek, lingkaran dan pipih. Otot yang berfungsi untuk menggerakkan bahu merupakan contoh otot yang besar sedangkan otot yang kecil misalnya otot yang menggerakkan mata dimana panjangnya hanya beberapa millimeter saja. Jaringan otot dalam tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu otot jantung, otot rangka (lurik) dan otot polos.
1.      Otot Jantung
Otot jantung merupakan otot yang istimewa jika dibandingkan dengan dua jenis otot lainnya. Otot jantung ini hanya terdapat dijantung dan tidak terdapat pada bagian tubuh manapun selain jantung. Sel sel pada otot jantung berbentuk menyerupai otot rangka (lurik) akan tetapi otot bekerja seperti cara kerja pada otot polos. Otot jantung bekerja secara tidak sadar sehingga tidak dapat dikendalikan, otot jantung akan terus bekerja sepanjang waktu secara berirama untuk memompa darah keseluruh tubuh manusia.
2.      Otot Rangka (lurik)
Otot ini melekat pada rangka, dinamakan otot lurik karena jika dilihat dibawah mikroskop tampak daerah gelap terang atau garis melintang. Selain disebut otot rangka atau lurik otot ini juga disebut otot seran lintang, otot sadar, dan otot volunteer. Disebut otot sadar atau volunteer karena dalam gerakannya otot ini dapat dikendalikan oleh otak. Otot ini berbentuk silindris, memanjang. Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik). Mempunyai banyak inti sel. Bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar. Otot lurik ini Terdapat pada otot paha, otot betis, dan otot dada.
3.      Otot Polos
Otot polos pada bagian tubuh manusia terdapat pada organ organ dalam antara lain dinding kandung kemih, dinding saluran pernafsan, dinding saluran pencernaan, dinding rahim, dinding usus dan disekitar biji mata. Otot polos bekerja diluar kesadaran manusia atau disebut otot involunter. Otot polos memiliki gerakan lamban, berirama, dan tidak mudah lelah, otot polos ini akan tetap bekerja meskipun pada saat kita sedang tidur. Otot polos memiliki cirri cirri berbentuk gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung. Mempunyai satu inti sel. Tidak memiliki garis-garis melintang (polos). Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar. Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain lain.

F.     Cara Kerja Otot
Cara kerja otot yaitu dengan berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Dalam keadaan memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik dan terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya akan menggerakkan tulang kesatu arah saja. Untuk dapat mengembalikan tulang ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Oleh sebab itu perlu otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Jika dilihat dari cara kerjanya, otot dibedakan menjadi dua yaitu otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
1.      Gerak Antagonis
Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.  Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
2.      Gerak Sinergis
Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.


G.    Kelainan pada tulang
Kelaianan yang terjadi pada tulang dapat disebabakan karena bawan sejak lahir dan oleh beberapa factor yang lain misalnya infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain:
1.      Kifosis
Kifosis merupakan kelainan tulang punggung yang membengkok ke depan, pembekokkan tulang tersebut dapat disebabkan kebiasaan duduk/bekerja dengan posisi membungkuk.



2.       Skoliosis
Skoliosis merupakan kelainan tulang punggung dimana tulang punggung membengkok ke samping, kelainan ini dapat tejadi pada orang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring.



3.      Lordosis
Lordosis merupakan kelainan tulang punggung dimana tulang punggunga membengkok ke belakang, kelianan ini disebabkan oleh kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal.





4.      Rakhitis
Rakhitis merupakan kelainan  pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga tulang pada kakinya berbentuk X atau O



5.      Polio
Polio terjadi pada tulang yang disebabkan oleh virus, virus menyebabkan keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.






H.    Kelaianan Pada Otot
Otot manusia Dapat mengalami kelainan. Kelainan otot pada manusia dapat disebabkan oleh adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar miaslnya karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.
Beberapa contoh kelainan pada otot, antara lain Tetanus kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri. Ke dua Atrofi otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh. Ke tiga Kaku leher (stiff) Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot Trapesius meradang. Ke empat Kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang. Dan yang terakhir Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.

Sistem Gerak pada Manusia

Kamis, 02 Januari 2014 - -


Manusia termasuk makhluk hidup dimana salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak, untuk dapat bergerak manusia memerlukan suatu sistem gerak. Sistem gerak pada manusia merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot. Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif. Tulang merupakan alat gerak pasif karena hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Fungsi persendian adalah sebagai penghubung antar tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif. Otot dapat menggerakkan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan. Berikut ini akan dijelaskan jelaskan satu persatu yaitu rangka (tulang), otot dan sendi.
A.  Rangka (Tulang)
Rangka pada masnusia merupakan alat gerak pasif karena rangka hanya akan bergerak jika digerakkan oleh otot. Rangka pada manusia memiliki funsi sebagai Sebagai penegak tubuh, pembentuk tubuh, tempat melekatnya otot (otot rangka), pelindung bagian tubuh yang penting, tempat pembentukkan sel darah merah, dan sebagai alat gerak pasif.
Rangka tubuh manusia tersusun atas jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan dan jaringan iket sendi (ligamen). Tulang merupakan jaringan hidup yang dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusun tulang terdiri atas sel sel tulang, zat kapur (kalsium), fosfor dan zat perekat (collagen). Pada tulang keras terdapat lebih banyak zat kapur daripada tulang rawan sehingga pada tulang keras bersifat keras dan pada tulang rawan bersifat lentur.
Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu Bagian Kepala, Bagian Badan, Bagian Anggota Gerak.
1.      Bagian Kepala
Pada bagian kepala terdapat tulang tengkorak (cranial) yang berfungsi untuk melindungi otak dan tulang wajah (fasiali) yang berfungsi memberikan bentuk muka. Tulang bagian kepala tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Tulang bagian kepala terdiri dari :
1 tulang dahi                           2 tulang tapis
2 tulang hidung                       2 tulang ubun-ubun
2 tulang pipi                            2 tulang langit-langit
2 tulang baji                            2 tulang pelipis
2 tulang air mata                     2 tulang rahang atas
1 tulang lidah                          1 tulang tengkorak
 2 tulang rahang bawah



2.      Bagian Badan
Pada bagian badan rangka berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Organ dalam yang dimasud yaitu organ yang tertletak didalam rongga tubuh manusia misalnya paru paru dan jantung yang terletak didalam rongga dada. Pada bagian badan dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu:



a.       Ruas ruas tulang belakang yang berjumlah 33 ruas
















b.      Tulang rusuk ada 12 pasang yang terdiri dari 7 pasang tulang rusuk sejati , 3 pasang tulang rusuk palsu dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
c.       Tulang dada, tulang ini berbentuk pipih dengan panjang 1-20 cm, dan pada bagian bawah mengecil. Tulang dada berhubungan dengan tulang rusuk dan tulang selangka. Tulang dada terdiri dari tulang tulang hulu (atas), tulang badan (tengah) dan tulang pedang pedangan.
d.      Tulang Gelang Bahu, Tulang gelang bahu terdiri dari dua tulang selangka atau clavicula yang berbentuk hruf S (kanan dan kiri), dan dua tulang belikat atau scapula yang berbentuk pipih.
e.       Tulang Gelang Panggul, terdiri dari dua buah tulang usus, dua buah tulang duduk dan dua buah tulang kemaluan.
3.      Bagian Anggota Gerak
Rangka anggota gerak dibedakan menjadi dua yaitu rangka anggota gerak bagian atas dan rangka anggota gerak bagian bawah, tulang anggota gerak ini berbentuk pipa dan tulang pendek yang dihubungkan oleh sendi.
a.       Rangka anggota gerak bagian atas
Rangka anggota gerak bagian atas terdiri dari dua buah tulang lengan atas, dua buah tulang hasta, dua buah tulang pengumpil, enam belas buah tulang pergelangan tangan, sepuluh buah tulang telapak tangan, dan dua puluh delapan buah tulang jari tangan.




b.      Rangka anggota gerak bagian bawah
Rangka anggota gerak bagian atas terdiri dari dua buah tulang paha, dua buah tulang betis, dua buah tulang kering, dua buah tempurung lutut, empat belas buah tulang pergelangan kaki, dan sepuluh buah tulang telapak tangan.
                      






B.     Jenis jenis Tulang pada Manusia
1.      Tulang Rawan
Dinamakan Tulang rawan karena bahan penyusun tulang ini berupa sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, seningga bersifat lentur. Tulang rawan ini banyak ditemukan pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak ditemukan pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. bila anak-anak mengalami patah tulang akan cepat menyambung kembali, hal tersebut dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
2.      Tulang Keras
Tulang ini tersusun oleh sel pembentuk tulang (osteoblas) ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, sehingga bersifat keras. Zat kapur pada tulang keras ditemukan dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 ) dan kalsium fosfat ( Ca( PO4 )2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Tulang keras didalamnya memiliki saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.Contoh tulang keras antar lain tulang pada paha, tulang lengan, tulang betis dan tulang selangka.

C.    Bentuk Tulang
Berdasarkan morfologinya tulang terbagi 3 macam bentuk, yaitu:
1.      Tulang pipa
Berbentuk seperti pipa, bulat, panjang dan tengahnya berongga
Contohnya tulang paha, tulang lengan atas dan tulang jari tangan.
Tulang pipa ini berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah
2.      Tulang pipih
Sesuai namanya tulanh ini berBentuk pipih ( gepeng ), dan berisi sumsum merah
Contohnya:  tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih



3.      Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk pendek dan bulat, tulang ini terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan, dan tulang pergelangan kaki.
Tulang pendek Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.



D.    Persambungan Antar Tulang
Persambungan antar tulang ini disebut juga persendian atau banyak orang menyebutnya dengan sendi atau artikulasi. Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling bersambungan. Pada sistem gerak manusia, persambungan antar tulang atau sendi mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Berdasarkan sifat gerakannya persambungan antar tulang (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Sendi Mati
Sesuai namanya persambungan antar tulang ini tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan, misalnya persambungan antar tulang tengkorak.
2. Sendi Kaku
Pada persambungan ini masih memungkinkan terjadinya gerakan karena persambungan ini terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya pada persambungan antara ruas- ruas tulang.

3. Sendi Gerak
yaitu persambungan yang terdapat pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.
Sendi gerak dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:




a). Sendi Engsel
yaitu persambungan natar tulang yang dapat digerakan kesatu arah.
Contohnya persambungan antara tulang paha dengan tulang betis dan persambungan antara tulang lengan dengan tulang hasta



b). Sendi Putar
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan secara berputar.
Contohnya persambungan antara tulang leher dengan tulang atlas dan persambungan antara tulang hasta dengan tulang pengumpil




c). Sendi Peluru
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan kesegala arah
Contohnya persambungan antara gelang bahu dengan tulang lengan atas dan persambungan antara gelang panggul dengan tulang paha.

d). Sendi Pelana
yaitu persambungan antar tulang yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya persambungan pada ibu jari tangan, persambungan antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan

E.     Otot
Dalam tubuh manusia terdapat labih dari 600 otot, dalam siste, gerak pada manusia otot berbeda dengan tulang. Otot merupakan alat gerak aktif dimana otot dapat menggerakkan tulang yang berfungsi debagai alat gerak pasif. Tulang pada rangka tubuh manusia dapat bergerak karena adanya otot. Otot merupakan jaringan, sel sel otot bergabung menjadi serabut otot  dan kumpulan kumpulan serabut akan membentuk otot. Bentuk dan ukuran otot sangat beragam ada yang berbentuk panjang, pendek, lingkaran dan pipih. Otot yang berfungsi untuk menggerakkan bahu merupakan contoh otot yang besar sedangkan otot yang kecil misalnya otot yang menggerakkan mata dimana panjangnya hanya beberapa millimeter saja. Jaringan otot dalam tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu otot jantung, otot rangka (lurik) dan otot polos.
1.      Otot Jantung
Otot jantung merupakan otot yang istimewa jika dibandingkan dengan dua jenis otot lainnya. Otot jantung ini hanya terdapat dijantung dan tidak terdapat pada bagian tubuh manapun selain jantung. Sel sel pada otot jantung berbentuk menyerupai otot rangka (lurik) akan tetapi otot bekerja seperti cara kerja pada otot polos. Otot jantung bekerja secara tidak sadar sehingga tidak dapat dikendalikan, otot jantung akan terus bekerja sepanjang waktu secara berirama untuk memompa darah keseluruh tubuh manusia.
2.      Otot Rangka (lurik)
Otot ini melekat pada rangka, dinamakan otot lurik karena jika dilihat dibawah mikroskop tampak daerah gelap terang atau garis melintang. Selain disebut otot rangka atau lurik otot ini juga disebut otot seran lintang, otot sadar, dan otot volunteer. Disebut otot sadar atau volunteer karena dalam gerakannya otot ini dapat dikendalikan oleh otak. Otot ini berbentuk silindris, memanjang. Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik). Mempunyai banyak inti sel. Bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar. Otot lurik ini Terdapat pada otot paha, otot betis, dan otot dada.
3.      Otot Polos
Otot polos pada bagian tubuh manusia terdapat pada organ organ dalam antara lain dinding kandung kemih, dinding saluran pernafsan, dinding saluran pencernaan, dinding rahim, dinding usus dan disekitar biji mata. Otot polos bekerja diluar kesadaran manusia atau disebut otot involunter. Otot polos memiliki gerakan lamban, berirama, dan tidak mudah lelah, otot polos ini akan tetap bekerja meskipun pada saat kita sedang tidur. Otot polos memiliki cirri cirri berbentuk gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung. Mempunyai satu inti sel. Tidak memiliki garis-garis melintang (polos). Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar. Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain lain.

F.     Cara Kerja Otot
Cara kerja otot yaitu dengan berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Dalam keadaan memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik dan terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya akan menggerakkan tulang kesatu arah saja. Untuk dapat mengembalikan tulang ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Oleh sebab itu perlu otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Jika dilihat dari cara kerjanya, otot dibedakan menjadi dua yaitu otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
1.      Gerak Antagonis
Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.  Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
2.      Gerak Sinergis
Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.


G.    Kelainan pada tulang
Kelaianan yang terjadi pada tulang dapat disebabakan karena bawan sejak lahir dan oleh beberapa factor yang lain misalnya infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain:
1.      Kifosis
Kifosis merupakan kelainan tulang punggung yang membengkok ke depan, pembekokkan tulang tersebut dapat disebabkan kebiasaan duduk/bekerja dengan posisi membungkuk.



2.       Skoliosis
Skoliosis merupakan kelainan tulang punggung dimana tulang punggung membengkok ke samping, kelainan ini dapat tejadi pada orang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring.



3.      Lordosis
Lordosis merupakan kelainan tulang punggung dimana tulang punggunga membengkok ke belakang, kelianan ini disebabkan oleh kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal.





4.      Rakhitis
Rakhitis merupakan kelainan  pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga tulang pada kakinya berbentuk X atau O



5.      Polio
Polio terjadi pada tulang yang disebabkan oleh virus, virus menyebabkan keadaan tulangnya mengecil dan abnormal.






H.    Kelaianan Pada Otot
Otot manusia Dapat mengalami kelainan. Kelainan otot pada manusia dapat disebabkan oleh adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar miaslnya karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.
Beberapa contoh kelainan pada otot, antara lain Tetanus kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri. Ke dua Atrofi otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh. Ke tiga Kaku leher (stiff) Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot Trapesius meradang. Ke empat Kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang. Dan yang terakhir Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.

This entry was posted on 1/02/2014 12:33:00 AM You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. or trackback from your own site.