Kamis, 02 Januari 2014

Makhluk Hidup dan Cirinya


A.  Pengertian Makhluk hidup
Makhluk hidup adalah pokok hahasan utama dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Makhluk hidup dapat berupa organisme bersel satu (uniseluler) sampai organisme bersel banyak (multiseluler). Dalam biologi dan ekologi, organisme (bahasa Yunani: organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat sebagai makhluk hidup. Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel. Istilah "organisme" (Yunani ὀργανισμός - organismos, dari ὄργανον Yunani Kuno - Organon "organ, instrumen, alat") pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada 1701 dan mengambil definisi saat ini oleh 1834 (Oxford Dictionary Inggris). Hal ini langsung berkaitan dengan "organisasi" panjang. Ada sebuah tradisi panjang mendefinisikan organisme sebagai mengorganisir diri makhluk. Telah ada banyak kontroversi terbaru tentang cara terbaik untuk menentukan organisme dan memang tentang apakah atau tidak seperti definisi yang diperlukan. Beberapa kontribusi adalah tanggapan terhadap saran bahwa kategori "organisme "mungkin tidak memadai dalam biologi. Klasifikasi ilmiah dalam biologi menganggap organisme identik dengan "kehidupan di Bumi". Berdasarkan jenis sel, organisme dapat dibagi menjadi kelompok prokariotik dan eukariotik. Prokariota mewakili dua domain terpisah, Bakteri dan Archaea. Organisme eukariotik, dengan inti sel membran-dibatasi, juga mengandung organel, yaitu mitokondria dan (pada tanaman) plastida, umumnya dianggap berasal dari bakteri endosymbiotic, Jamur, hewan dan tumbuhan adalah contoh spesies yang eukariota..
B.  Cirri cirri makhluk hidup
1.      Bernafas
Bernapas adalah proses mengambil udara dari luar dan mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda-beda, bergantung pada tempat hidup dan jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang hidup di darat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup yang hidup di air. Pernapasan burung berbeda dengan amfibi. Manusia dan hewan di darat umumnya bernapas dengan paruparu. Oksigen diambil dari udara melalui hidung. Untuk makhluk hidup yang hidup di air, seperti ikan bernapas dengan insang. Makhluk hidup yang di air menggunakan oksigen yang terlarut dalam air untuk bernapas. Bagaimana dengan tumbuhan, apakah mereka juga bernapas? Tumbuhan pun bernapas. Oksigen diambil oleh tumbuhan melalui stomata atau mulut daun, dan lentisel (lubang-lubang yang ada pada batang tumbuhan). Alat pernafasan pada tumbuhan disebut stomata atau lentisel, alat pernafasan pada hewan adalah paru paru,insang trakea dan kulit, burung memiliki alat bantu pernafasan yang disebut pundi pundi udara.

2.      Bergerak
Cirri makhluk jidup yang kedua yaitu bergerak. Pada hewan dan manusia terjadinya gerakan dapat kita amati dengan mudah, misalnya berjalan, berlari dan meggerakkan anggota basan. Begiru juga pada hewan misalnya gerakan berlari, terbang pada burung, dan berenang pada ikan dapat kita lihat dengan jelas. Makhluk hidup delain manusia dan hewan adalah tumbuhan meskipun tidak mudah dilihat akan tetapi sebenarnya tumbuhan juga melakukan gerakan akan tetapi seringkali gerakan tumbuhan ini dipengaruhi rangsang dari luar. Misalnya gerakan menutupnya daun putri malu bila disentuh, daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari.

3.      Memerlukan Nutrisi
Untuk dapat bergerak dan melaksanakan kativitas sehari hari  makhluk hidup memerlukan nutrisi sebagai sumber energi, oleh karean itu maka cirri cirri makhluk hidup yang ketiga yaitu memerlukan nutrisi. Nutrisi tersebut dapat diperolah melalui makanan. Makanan yang dimakan harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Zat makanan ini terdapat dalam umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan ketela. Selain itu, terdapat dalam biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan tepung terigu. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak memiliki kalori paling tinggi dibandingkan zat makanan lainnya. Zat makanan ini terdapat dalam susu dan mentega. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein dibagi menjadi dua macam, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya: telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya: kacangkacangan, dan buah-buahan. Vitamin dan mineral diperlukan tubuh kita untuk mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran, seperti: wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya. Fungsi makan pada makhluk hidup antara lain menghasilkan energi, untuk membangun tubuh ( pertumbuhan ), mengganti sel sel tubuh yag rusak. Makhluk hidup yang dapat embuat makanan sendiri adalah tumbuhan yang berklorofil melalui proses fotosintesis.

4.      Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh dan berkembang adalah salah satu dari sekian ciri-ciri makhluk hidup yang ke empat. Pertumbuhan selalu berhubungan erat dengan perkembangan organisme. Pertumbuhan merupakan perubahan ukuran makhluk hidup karena bertambahnya sel-sel  dalam setiap tubuh makhluk hidup yang bersifat irreversible. Misalnya batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm, bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg, berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg. Ketika kita akan mengukur pertumbuhan pada tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang dinamakan auksanometer. Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif. Misalnya pematangan sel ovum dan sperma, pematangan hormon-hormon dalam tubuh.

5.      Berkembangbiak (Reproduksi)
Berkembang biak adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Tujuan berkembang biak adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Makhluk hidup berkembang biak secara kawin (seksual) dan tak kawin (aseksual). Hewan umumnya berkembang biak secara seksual. Hewan bertulang belakang (vertabrata) seperti kura-kura, burung dan tikus berkembang biak secara seksual. Hewan tidak bertulang belakang (avertabrata) dapat berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan membentuk tunas seperti hydra dan ubur-ubur. Pada tumbuhan, perkembangbiakan seksual dilakukan dengan biji, seperti pada mangga, rambutan dan jagung. Sedangkan perrkembangbiakan aseksual dilakukan seperti pada pembentukan tunas (pisang, bambu), umbi batang (kentang), setek batang dan cangkok.

6.      Iritabilitas
Iritabilitas merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menanggapi rangsang. Rangsangan dapat disebabkan oleh faktor luar tubuh. Contohnya, mata kita akan mengedip bila terkena cahaya yang silau. Contoh reaksi rangsangan yang diterima hewan adalah anjing akan menegakkan telinga bila mendengar suara yang asing dan sekelompok rusa akan berlari bila ada pemangsa yang mengintai. Selain hewan dan manusia tumbuhan juga memiliki kemampuan menaggapi rangsang. Contohnya, daun putri malu akan menutup bila disentuh, akar tumbuhan menjalar ke tempat banyak air, tumbuhnya batang tumbuhan ke arah sinar matahari, dan akar tumbuhan yang selalu tumbuh ke arah pusat bumi.

7.      Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
Proses metabolism yang terjadi dalam tubuh selain menghasilakan energy dan zat yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh juga menghasilkan zat sisa metabolisme. Zat sisa tersebut harus dikeluarkan, karena jika tidak dikeluarkan akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat. Setiap hari urin (air seni) harus dikeluarkan. Urin yang diproduksi didalam ginjal dialirkan kekantong air seni (kantong kemih), kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kencing. Urin mengandung urea dan karbon dioksida hasil pernapasan, harus dikeluarkan dari tubuh karena bersifat racun bagi tubuh. Hewan mengeluarkan zat-zat sisa dari proses metabolisme. Metabolisme adalah proses pertukaran zat yang terjadi didalam mahkluk hidup. Misalnya proses pernafasan dan pencernaan makanan. Tumbuhan juga mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme. Zat sisa pada tumbuhan berupa karbon dioksida (sebagai sisa proses pernafasan) dan oksigen (sebagai sisa proses fotosintesis). Zat-zat sisa dikeluarkan melalui stomata (yg terdapat pada daun) atau lentisel (yg terdapat pada batang). Pada tumbuhan hijau, zat-zat tersebut akan diperlukan kembali. Karbon dioksida diperlukan untuk fotosintesis dan oksigen diperlukan untuk respirasi.

8.      Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan yang dimiliki makhluk hidup uantuk menyesuiakan diri terhadap lingkungannya. Agar dapat bertahan hidup di lingkungannya maka makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya,Tempat hidup bagi makhluk hidup
dapat melakukan aktivitasnya disebut habitat.Apabila makhluk hidup tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka akan mati atau dapat hidup tetapi harus berpindah ke lingkungan yang baru.

9.      Memerlukan Suhu Tertentu
Semua makhuk hidup dapat bertahan pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat. untuk jenis bakteri dapat sampai suhu 80 derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 – 43 derajat celcius.

C.  Ciri Cirri Khusus Pada Makhluk Hidup
Selain cirri cirri makhluk hidup diatas terdapat beberapa makhluk hidup yang memiliki cirri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis makhluk hidup lain, Berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa hewan yang memiliki ciri khusus. Misalnya, kelelawar, cecak dan bebek seperti yang terlihat pada Gambar 1.1.


 







1.      Ciri Khusus yang Dimiliki Kelelawar

Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang. Kelelawar tinggal di gua atau di pohon - pohon yang tinggi. Di samping memakan buah - buahan, ada juga kelompok kelelawar yang memakan serangga dan menghisap madu. Untuk mendapatkan makanannya kelelawar telah dilengkapi dengan sepasang sayap. Sayap kelelawar berbeda dengan unggas.


 









Pada Gambar 1.2, dapat melihat bahwa sayap kelelawar memiliki kulit yang lentur. Kulit tersebut membentang di antara tulang - tulang jari dan lengannya. Jika kamu perhatikan lebih teliti lagi, kamu akan melihat ada bagian yang mirip cakar pada sayapnya. Bagian yang mirip cakar itu sebenarnya ibu jari kelelawar. Ibu jari tersebut berfungsi untuk mendaki di bebatuan atau di pohon. Pada siang hari, kelelawar tidur. Kelelawar memiliki cara tidur yang unik.
Perhatikanlah Gambar 1.3. Ketika tidur, kelelawar bergantung dengan badan terbalik, yaitu kepala berada di bawah. Sayapnya dilipat dan kakinya dikaitkan pada tempat bergantungnya sehingga kelelawar tidak jatuh. Kelelawar terbang dan mencari makan pada malam hari. Pada saat terbang, kelelawar tidak sepenuhnya menggunakan indra penglihatannya, kelelawar dilengkapi dengan kemampuan lain.
Pada saat terbang, kelelawar sesekali mengeluarkan bunyi. Ketika gelombang bunyi itu mengenai benda, seperti pohon atau serangga, gelombang bunyi akan memantul (Gambar 1.4). Pantulan gelombang bunyi itu akan ditangkap kembali oleh indra pendengarannya yang tajam. Dengan cara seperti itulah kelelawar dapat terbang pada malam hari tanpa menabrak benda - benda yang ada di sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bunyi disebut ekolokasi.











2.       Ciri Khusus yang Dimiliki Cecak

Cecak merupakan reptilia (hewan melata) yang hidup di pohon atau di rumah. Makanan cecak ialah serangga, seperti nyamuk. Nyamuk merupakan serangga yang dapat terbang, sedangkan cecak tidak dapat terbang. Cecak tersebut dapat merayap tanpa jatuh. Bahkan, cecak dapat merayap di langit - langit rumah tanpa jatuh. Seolah - olah badan dan kakinya menempel pada dinding atau langit - langit. Perhatikanlah Gambar 1.5. Dari gambar tersebut dapat terlihat bahwa pada telapak kaki cecak ada bagian menonjol yang berbentuk garis. Bagian itu berfungsi sebagai alat pelekat sehingga cecak dapat merayap untuk mendekati serangga yang sedang hinggap di dinding atau di langit - langit. Setelah cukup dekat dengan serangga yang akan dimangsanya, dengan cepat, cecak akan menangkap serangga dengan lidahnya. Jadi, lidah cecak pun merupakan ciri khusus yang dimiliki cecak. Cecak memiliki lidah yang panjang dan lengket. Oleh karena itu, dengan sekali menjulurkan lidahnya, serangga langsung menempel pada lidahnya dan dilahapnya.

3. Ciri Khusus yang Dimiliki Bebek

Perhatikanlah bentuk kaki bebek pada Gambar 1.6. Bebek merupakan jenis unggas yang hidup di air, terutama di perairan yang dangkal. Oleh karena itu, kaki bebek pendek dan pada sela - sela kakinya dilengkapi dengan selaput kulit yang dapat membantunya ketika berenang di air. Selain, itu dengan bentuk seperti ini, memudahkan bebek berjalan di atas permukaan tanah berlumpur. Makanan bebek ialah cacing. Bagaimana bebekdapat menangkap cacing dari balik lumpur, Ternyata bebek telah dilengkapi dengan bentuk paruh yang pipih dan lebar. Bentuk paruh seperti itu membantu bebek untuk mencari cacing yang ada di balik lumpur.

Ciri Khusus pada Beberapa Tumbuhan

Tumbuhan yang ada di sekitar kita sangat beragam. Keragaman itu disebabkan, salah satunya oleh lingkungan tempat hidupnya. Ciri - ciri khusus yang dimiliki tumbuhan tersebut bermanfaat untuk mempertahankan hidup. Berikut beberapa tumbuhan yang memiliki ciri - ciri khusus, yaitu tumbuhan kaktus dan tumbuhan pemakan serangga. '

1. Ciri Khusus yang Dimiliki Kaktus

Tumbuhan kaktus (Gambar 1.7.) merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah kering atau kurang air. Oleh karena itu, kaktus memiliki batang yang banyak mengandung air. Air tersebut berguna untuk cadangan di musim kering. Di samping itu, bentuk daun kaktus pun kecil, seringkali berbentuk duri. Dengan bentuk seperti itu, kaktus dapat mengurangi penguapan air dari dalam tubuh.
 











2. Ciri Khusus yang Dimiliki Tumbuhan Pemakan Serangga

Ada beberapa tumbuhan alam yang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan unsur makanan yang diperlukan melalui akar. Tumbuhan yang mengalami hal tersebut adalah tumbuhan kantong semar dan tumbuhan kejora (Venus). Kedua tumbuhan tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan nitrogen. Keadaan tanah tempat tinggalnya sangat kekurangan unsur nitrogen. Untuk memenuhinya, kantong semar dan kejora menangkap serangga. Serangga mengandung banyak nitrogen. Cara yang dilakukan, yaitu dengan menghasilkan cairan pada bagian daun untuk menarik perhatian serangga. Pada kantong semar, serangga akan masuk ke dalam kantong dan terperangkap di dalamnya. Bagian dalam daun mengandung lapisan mirip lilin sehingga serangga terpeleset. Adapun pada tumbuhan kejora, serangga yang hinggap dan menyentuh lengan daun akan terperangkap karena daun akan menutup dengan cepat. Kemudian, serangga tersebut akan dicerna oleh cairan yang dihasilkan daun. Perhatikanlah Gambar 1.8.





Makhluk Hidup dan Cirinya

Kamis, 02 Januari 2014 - -


A.  Pengertian Makhluk hidup
Makhluk hidup adalah pokok hahasan utama dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Makhluk hidup dapat berupa organisme bersel satu (uniseluler) sampai organisme bersel banyak (multiseluler). Dalam biologi dan ekologi, organisme (bahasa Yunani: organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat sebagai makhluk hidup. Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel. Istilah "organisme" (Yunani ὀργανισμός - organismos, dari ὄργανον Yunani Kuno - Organon "organ, instrumen, alat") pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada 1701 dan mengambil definisi saat ini oleh 1834 (Oxford Dictionary Inggris). Hal ini langsung berkaitan dengan "organisasi" panjang. Ada sebuah tradisi panjang mendefinisikan organisme sebagai mengorganisir diri makhluk. Telah ada banyak kontroversi terbaru tentang cara terbaik untuk menentukan organisme dan memang tentang apakah atau tidak seperti definisi yang diperlukan. Beberapa kontribusi adalah tanggapan terhadap saran bahwa kategori "organisme "mungkin tidak memadai dalam biologi. Klasifikasi ilmiah dalam biologi menganggap organisme identik dengan "kehidupan di Bumi". Berdasarkan jenis sel, organisme dapat dibagi menjadi kelompok prokariotik dan eukariotik. Prokariota mewakili dua domain terpisah, Bakteri dan Archaea. Organisme eukariotik, dengan inti sel membran-dibatasi, juga mengandung organel, yaitu mitokondria dan (pada tanaman) plastida, umumnya dianggap berasal dari bakteri endosymbiotic, Jamur, hewan dan tumbuhan adalah contoh spesies yang eukariota..
B.  Cirri cirri makhluk hidup
1.      Bernafas
Bernapas adalah proses mengambil udara dari luar dan mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. Proses pernapasan makhluk hidup berbeda-beda, bergantung pada tempat hidup dan jenis makhluk hidup. Makhluk hidup yang hidup di darat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan makhluk hidup yang hidup di air. Pernapasan burung berbeda dengan amfibi. Manusia dan hewan di darat umumnya bernapas dengan paruparu. Oksigen diambil dari udara melalui hidung. Untuk makhluk hidup yang hidup di air, seperti ikan bernapas dengan insang. Makhluk hidup yang di air menggunakan oksigen yang terlarut dalam air untuk bernapas. Bagaimana dengan tumbuhan, apakah mereka juga bernapas? Tumbuhan pun bernapas. Oksigen diambil oleh tumbuhan melalui stomata atau mulut daun, dan lentisel (lubang-lubang yang ada pada batang tumbuhan). Alat pernafasan pada tumbuhan disebut stomata atau lentisel, alat pernafasan pada hewan adalah paru paru,insang trakea dan kulit, burung memiliki alat bantu pernafasan yang disebut pundi pundi udara.

2.      Bergerak
Cirri makhluk jidup yang kedua yaitu bergerak. Pada hewan dan manusia terjadinya gerakan dapat kita amati dengan mudah, misalnya berjalan, berlari dan meggerakkan anggota basan. Begiru juga pada hewan misalnya gerakan berlari, terbang pada burung, dan berenang pada ikan dapat kita lihat dengan jelas. Makhluk hidup delain manusia dan hewan adalah tumbuhan meskipun tidak mudah dilihat akan tetapi sebenarnya tumbuhan juga melakukan gerakan akan tetapi seringkali gerakan tumbuhan ini dipengaruhi rangsang dari luar. Misalnya gerakan menutupnya daun putri malu bila disentuh, daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari.

3.      Memerlukan Nutrisi
Untuk dapat bergerak dan melaksanakan kativitas sehari hari  makhluk hidup memerlukan nutrisi sebagai sumber energi, oleh karean itu maka cirri cirri makhluk hidup yang ketiga yaitu memerlukan nutrisi. Nutrisi tersebut dapat diperolah melalui makanan. Makanan yang dimakan harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Zat makanan ini terdapat dalam umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan ketela. Selain itu, terdapat dalam biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan tepung terigu. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak memiliki kalori paling tinggi dibandingkan zat makanan lainnya. Zat makanan ini terdapat dalam susu dan mentega. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein dibagi menjadi dua macam, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya: telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya: kacangkacangan, dan buah-buahan. Vitamin dan mineral diperlukan tubuh kita untuk mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran, seperti: wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya. Fungsi makan pada makhluk hidup antara lain menghasilkan energi, untuk membangun tubuh ( pertumbuhan ), mengganti sel sel tubuh yag rusak. Makhluk hidup yang dapat embuat makanan sendiri adalah tumbuhan yang berklorofil melalui proses fotosintesis.

4.      Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh dan berkembang adalah salah satu dari sekian ciri-ciri makhluk hidup yang ke empat. Pertumbuhan selalu berhubungan erat dengan perkembangan organisme. Pertumbuhan merupakan perubahan ukuran makhluk hidup karena bertambahnya sel-sel  dalam setiap tubuh makhluk hidup yang bersifat irreversible. Misalnya batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm, bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg, berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg. Ketika kita akan mengukur pertumbuhan pada tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang dinamakan auksanometer. Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif. Misalnya pematangan sel ovum dan sperma, pematangan hormon-hormon dalam tubuh.

5.      Berkembangbiak (Reproduksi)
Berkembang biak adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Tujuan berkembang biak adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Makhluk hidup berkembang biak secara kawin (seksual) dan tak kawin (aseksual). Hewan umumnya berkembang biak secara seksual. Hewan bertulang belakang (vertabrata) seperti kura-kura, burung dan tikus berkembang biak secara seksual. Hewan tidak bertulang belakang (avertabrata) dapat berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan membentuk tunas seperti hydra dan ubur-ubur. Pada tumbuhan, perkembangbiakan seksual dilakukan dengan biji, seperti pada mangga, rambutan dan jagung. Sedangkan perrkembangbiakan aseksual dilakukan seperti pada pembentukan tunas (pisang, bambu), umbi batang (kentang), setek batang dan cangkok.

6.      Iritabilitas
Iritabilitas merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menanggapi rangsang. Rangsangan dapat disebabkan oleh faktor luar tubuh. Contohnya, mata kita akan mengedip bila terkena cahaya yang silau. Contoh reaksi rangsangan yang diterima hewan adalah anjing akan menegakkan telinga bila mendengar suara yang asing dan sekelompok rusa akan berlari bila ada pemangsa yang mengintai. Selain hewan dan manusia tumbuhan juga memiliki kemampuan menaggapi rangsang. Contohnya, daun putri malu akan menutup bila disentuh, akar tumbuhan menjalar ke tempat banyak air, tumbuhnya batang tumbuhan ke arah sinar matahari, dan akar tumbuhan yang selalu tumbuh ke arah pusat bumi.

7.      Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
Proses metabolism yang terjadi dalam tubuh selain menghasilakan energy dan zat yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh juga menghasilkan zat sisa metabolisme. Zat sisa tersebut harus dikeluarkan, karena jika tidak dikeluarkan akan menimbulkan racun di dalam tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan bisa berupa cairan, gas ataupun zat padat. Setiap hari urin (air seni) harus dikeluarkan. Urin yang diproduksi didalam ginjal dialirkan kekantong air seni (kantong kemih), kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kencing. Urin mengandung urea dan karbon dioksida hasil pernapasan, harus dikeluarkan dari tubuh karena bersifat racun bagi tubuh. Hewan mengeluarkan zat-zat sisa dari proses metabolisme. Metabolisme adalah proses pertukaran zat yang terjadi didalam mahkluk hidup. Misalnya proses pernafasan dan pencernaan makanan. Tumbuhan juga mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme. Zat sisa pada tumbuhan berupa karbon dioksida (sebagai sisa proses pernafasan) dan oksigen (sebagai sisa proses fotosintesis). Zat-zat sisa dikeluarkan melalui stomata (yg terdapat pada daun) atau lentisel (yg terdapat pada batang). Pada tumbuhan hijau, zat-zat tersebut akan diperlukan kembali. Karbon dioksida diperlukan untuk fotosintesis dan oksigen diperlukan untuk respirasi.

8.      Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan yang dimiliki makhluk hidup uantuk menyesuiakan diri terhadap lingkungannya. Agar dapat bertahan hidup di lingkungannya maka makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya,Tempat hidup bagi makhluk hidup
dapat melakukan aktivitasnya disebut habitat.Apabila makhluk hidup tersebut tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka akan mati atau dapat hidup tetapi harus berpindah ke lingkungan yang baru.

9.      Memerlukan Suhu Tertentu
Semua makhuk hidup dapat bertahan pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat. untuk jenis bakteri dapat sampai suhu 80 derajat, sedangkan tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 – 43 derajat celcius.

C.  Ciri Cirri Khusus Pada Makhluk Hidup
Selain cirri cirri makhluk hidup diatas terdapat beberapa makhluk hidup yang memiliki cirri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis makhluk hidup lain, Berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa hewan yang memiliki ciri khusus. Misalnya, kelelawar, cecak dan bebek seperti yang terlihat pada Gambar 1.1.


 







1.      Ciri Khusus yang Dimiliki Kelelawar

Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang. Kelelawar tinggal di gua atau di pohon - pohon yang tinggi. Di samping memakan buah - buahan, ada juga kelompok kelelawar yang memakan serangga dan menghisap madu. Untuk mendapatkan makanannya kelelawar telah dilengkapi dengan sepasang sayap. Sayap kelelawar berbeda dengan unggas.


 









Pada Gambar 1.2, dapat melihat bahwa sayap kelelawar memiliki kulit yang lentur. Kulit tersebut membentang di antara tulang - tulang jari dan lengannya. Jika kamu perhatikan lebih teliti lagi, kamu akan melihat ada bagian yang mirip cakar pada sayapnya. Bagian yang mirip cakar itu sebenarnya ibu jari kelelawar. Ibu jari tersebut berfungsi untuk mendaki di bebatuan atau di pohon. Pada siang hari, kelelawar tidur. Kelelawar memiliki cara tidur yang unik.
Perhatikanlah Gambar 1.3. Ketika tidur, kelelawar bergantung dengan badan terbalik, yaitu kepala berada di bawah. Sayapnya dilipat dan kakinya dikaitkan pada tempat bergantungnya sehingga kelelawar tidak jatuh. Kelelawar terbang dan mencari makan pada malam hari. Pada saat terbang, kelelawar tidak sepenuhnya menggunakan indra penglihatannya, kelelawar dilengkapi dengan kemampuan lain.
Pada saat terbang, kelelawar sesekali mengeluarkan bunyi. Ketika gelombang bunyi itu mengenai benda, seperti pohon atau serangga, gelombang bunyi akan memantul (Gambar 1.4). Pantulan gelombang bunyi itu akan ditangkap kembali oleh indra pendengarannya yang tajam. Dengan cara seperti itulah kelelawar dapat terbang pada malam hari tanpa menabrak benda - benda yang ada di sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bunyi disebut ekolokasi.











2.       Ciri Khusus yang Dimiliki Cecak

Cecak merupakan reptilia (hewan melata) yang hidup di pohon atau di rumah. Makanan cecak ialah serangga, seperti nyamuk. Nyamuk merupakan serangga yang dapat terbang, sedangkan cecak tidak dapat terbang. Cecak tersebut dapat merayap tanpa jatuh. Bahkan, cecak dapat merayap di langit - langit rumah tanpa jatuh. Seolah - olah badan dan kakinya menempel pada dinding atau langit - langit. Perhatikanlah Gambar 1.5. Dari gambar tersebut dapat terlihat bahwa pada telapak kaki cecak ada bagian menonjol yang berbentuk garis. Bagian itu berfungsi sebagai alat pelekat sehingga cecak dapat merayap untuk mendekati serangga yang sedang hinggap di dinding atau di langit - langit. Setelah cukup dekat dengan serangga yang akan dimangsanya, dengan cepat, cecak akan menangkap serangga dengan lidahnya. Jadi, lidah cecak pun merupakan ciri khusus yang dimiliki cecak. Cecak memiliki lidah yang panjang dan lengket. Oleh karena itu, dengan sekali menjulurkan lidahnya, serangga langsung menempel pada lidahnya dan dilahapnya.

3. Ciri Khusus yang Dimiliki Bebek

Perhatikanlah bentuk kaki bebek pada Gambar 1.6. Bebek merupakan jenis unggas yang hidup di air, terutama di perairan yang dangkal. Oleh karena itu, kaki bebek pendek dan pada sela - sela kakinya dilengkapi dengan selaput kulit yang dapat membantunya ketika berenang di air. Selain, itu dengan bentuk seperti ini, memudahkan bebek berjalan di atas permukaan tanah berlumpur. Makanan bebek ialah cacing. Bagaimana bebekdapat menangkap cacing dari balik lumpur, Ternyata bebek telah dilengkapi dengan bentuk paruh yang pipih dan lebar. Bentuk paruh seperti itu membantu bebek untuk mencari cacing yang ada di balik lumpur.

Ciri Khusus pada Beberapa Tumbuhan

Tumbuhan yang ada di sekitar kita sangat beragam. Keragaman itu disebabkan, salah satunya oleh lingkungan tempat hidupnya. Ciri - ciri khusus yang dimiliki tumbuhan tersebut bermanfaat untuk mempertahankan hidup. Berikut beberapa tumbuhan yang memiliki ciri - ciri khusus, yaitu tumbuhan kaktus dan tumbuhan pemakan serangga. '

1. Ciri Khusus yang Dimiliki Kaktus

Tumbuhan kaktus (Gambar 1.7.) merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah kering atau kurang air. Oleh karena itu, kaktus memiliki batang yang banyak mengandung air. Air tersebut berguna untuk cadangan di musim kering. Di samping itu, bentuk daun kaktus pun kecil, seringkali berbentuk duri. Dengan bentuk seperti itu, kaktus dapat mengurangi penguapan air dari dalam tubuh.
 











2. Ciri Khusus yang Dimiliki Tumbuhan Pemakan Serangga

Ada beberapa tumbuhan alam yang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan unsur makanan yang diperlukan melalui akar. Tumbuhan yang mengalami hal tersebut adalah tumbuhan kantong semar dan tumbuhan kejora (Venus). Kedua tumbuhan tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan nitrogen. Keadaan tanah tempat tinggalnya sangat kekurangan unsur nitrogen. Untuk memenuhinya, kantong semar dan kejora menangkap serangga. Serangga mengandung banyak nitrogen. Cara yang dilakukan, yaitu dengan menghasilkan cairan pada bagian daun untuk menarik perhatian serangga. Pada kantong semar, serangga akan masuk ke dalam kantong dan terperangkap di dalamnya. Bagian dalam daun mengandung lapisan mirip lilin sehingga serangga terpeleset. Adapun pada tumbuhan kejora, serangga yang hinggap dan menyentuh lengan daun akan terperangkap karena daun akan menutup dengan cepat. Kemudian, serangga tersebut akan dicerna oleh cairan yang dihasilkan daun. Perhatikanlah Gambar 1.8.





This entry was posted on 1/02/2014 12:40:00 AM You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. or trackback from your own site.